Rektor UMY Sebut Tiga Esensi Kurban
- 27 Mei 2026 18:45 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Umat Islam saat ini sedang melaksanakan Ibadah Kurban. Namun, Rektor UMY Profesor Achmad Nurmandi menyebut esensi kurban, bukan terletak pada sapi, domba maupun kambing yang disembelih.
”Intinya pada ketakwaan, keikhlasan dan kepedulian sosial yang lahir dari iba,” katanya, saat menyampaikan Khutbah Idul Adha 1447 H, di Halaman Kampus UMY, Rabu, 27 Mei 2026. Maka, Nurmandi menyerukan, agar ibadah kurban dijadikan momentum nyata untuk mengikis sifat kikir dalam diri.
”Ini sangat penting, agar kita mampu menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” katanya. ”Karena daging hewan kurban dibagikan kepada fakir miskin.”
Ia juga menyebut firman Allah dalam QS. Al-Hajj ayat 37, bahwa yang sampai kepada Allah SWT bukan daging maupun darah hewan kurban yang disembelih. Namun, murni ketakwaan dari seorang muslim yang melaksanakan ibadah kurban.
| Baca juga: RRI Yogyakarta Raih Media Award 2026 |
Guru Besar UMY di bidang smart governance ini juga mengajak jamaah meneladani kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, yang harus dijadikan sebagai landasan nilai. Ia menyebut tiga nilai utamanya, yakni ketaatan mutlak kepada Allah, keikhlasan dan kesabaran, serta kesediaan berkorban.
Nurmadi mengaitkan semangat kurban dengan nilai persatuan umat Islam. Sebab, dalam ibadah haji di Tanah Suci, jutaan Muslim dari berbagai suku, bangsa, dan status sosial berdiri setara di hadapan Allah tanpa pembeda apapun.
Maka, semangat yang sama harus terwujud dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Hari Raya Idul Adha harus menjadi sebuah momentum spiritual, untuk mempertebal keimanan dan menguatkan rasa peduli kepada sesama.
”Mari kuatkan hubungan dengan Allah melalui ketaatan, hubungan dengan sesama melalui kepedulian,” katanya. ”Juga memperkuat hubungan dengan diri sendiri melalui sikap keikhlasan dan juga kesabaran.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....