Cara Keluaraga tetap Kuat saat Diuji Masalah Hidup

  • 26 Mei 2026 07:07 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dalam kehidupan, tidak ada satu keluarga pun yang ingin mendapatkan ujian berat. Namun sebagai manusia, kita hanya bisa berserah diri dan berdoa kepada Allah SWT agar mampu menerima setiap ujian dengan sabar dan ikhlas.

Setiap keluarga memiliki bentuk ujian yang berbeda-beda. Ada yang diuji dari sisi ekonomi, ada pula yang menghadapi hubungan keluarga yang mulai renggang. Di tengah berbagai persoalan tersebut, kekuatan dan keutuhan keluarga menjadi hal yang sangat penting agar mampu bertahan hingga masa sulit berlalu.

Menurut Siti Nurhayati, S.Ag., M.Pd., narasumber MUI DIY dari Majelis Ulama Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta saat menjadi narasumber dalam program Mutiara Pagi di Radio Republik IndonesiaYogyakarta beberapa waktu lalu, Allah SWT telah menegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 286:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

Ayat tersebut menjelaskan bahwa setiap ujian yang diberikan Allah SWT sudah disesuaikan dengan kemampuan manusia untuk menghadapinya. Masalah dalam keluarga pun menjadi bagian dari proses kehidupan yang harus dijalani dengan penuh kesabaran dan keimanan.

Kondisi kehidupan saat ini memang tidak mudah. Banyak keluarga menghadapi kesulitan ekonomi, kesibukan pekerjaan yang membuat komunikasi antara suami, istri, dan anak menjadi renggang, hingga anak-anak yang merasa kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua.

Namun, menurut Nurhayati, ketika manusia diberi ujian sebenarnya Allah SWT sedang menaikkan derajat dan kualitas hidup hamba-Nya. Karena itu, keluarga harus memiliki ketahanan yang kuat agar mampu melewati masa sulit bersama-sama.

Ia menjelaskan bahwa ada empat pilar utama dalam menjaga ketahanan keluarga, yaitu :

Pilar pertama adalah iman. Keimanan menjadi dasar utama agar setiap anggota keluarga tetap kuat menghadapi berbagai persoalan hidup. Dengan iman yang kokoh, keluarga akan lebih mudah berserah diri dan percaya bahwa setiap ujian memiliki hikmah.

Pilar kedua adalah komunikasi. Banyak keluarga bukan hancur karena masalah besar, melainkan karena kurangnya komunikasi. Oleh sebab itu, penting bagi suami, istri, dan anak untuk saling mendengarkan, memahami, dan terbuka satu sama lain.

Pilar ketiga adalah kemampuan mengelola hati. Setiap anggota keluarga perlu belajar menahan amarah, mengendalikan emosi, dan menjaga sikap agar tidak memperkeruh keadaan ketika menghadapi masalah.

Pilar keempat adalah saling menguatkan. Saat kondisi ekonomi sedang sulit atau anak menghadapi masalah, keluarga sebaiknya tidak saling menyalahkan. Sebaliknya, semua anggota keluarga perlu menghadapi masalah bersama-sama dan saling tolong-menolong dalam kebaikan.

Allah SWT menguji manusia melalui rasa takut, kekurangan harta, dan berbagai kesulitan hidup dengan tujuan membentuk pribadi yang lebih kuat, sabar, dan bertakwa.

Kabar baiknya, setiap kesulitan pasti akan diikuti kemudahan. Ketika umat mampu melewati ujian dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, Allah SWT akan memberikan kebahagiaan serta jalan keluar terbaik setelah masa sulit berlalu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....