Jelang Iduladha, Penjualan Hewan Kurban di Bantul Tak Merata
- 24 Mei 2026 06:05 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Mendekati Hari Raya Iduladha 2026, penjualan hewan kurban di Kabupaten Bantul mengalami tren yang bervariatif. Sebagian peternak mengaku penjualan tahun ini mengalami penurunan, sementara peternak lainnya justru berhasil meraup keuntungan tinggi dari transaksi hewan kurban pada tahun ini.
Pemilik peternakan Sari Lembu di Pleret, Agus Basuki, mengaku pembelian hewan kurban tahun ini mengalami penurunan yang signifikan. Kondisi ini pun jauh berbeda dengan yang dirasakannya pada momen Iduladha 2025.
“Tahun lalu penjualan lebih tinggi. Kalau tahun ini penurunannya hampir 50 persen,” ucapnya, Jumat, 22 Mei 2026.
Meski permintaan menurun, harga hewan kurban justru mengalami kenaikan. Untungnya, sebanyak 30 hewan kurban miliknya sudah berhasil terjual.
“Tahun lalu laku sebanyak 50 ekor, sampai saat ini baru 30 yang laku. Namun harganya lebih mahal pada tahun ini,” ujarnya.
Kondisi berbeda diungkapkan pemilik Ubi Jaya Farm di Kasihan, Supardiono. Pada Iduladha tahun ini dirinya mencatatkan kenaikan penjualan hingga dua kali lipat.
“Peningkatan penjualan sapi dari tahun lalu naik sebesar 100 persen. Kebetulan saya hanya menjual sapi saja,” katanya.
Ia menyebut, saat ini 90 persen sapi miliknya sudah laku terjual. Namun, ia mengaku tidak berani menyediakan stok terlalu banyak, karena khawatir dengan potensi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Stok yang sudah laku terjual sebanyak 40 ekor. Tapi stok memang tidak terlalu banyak karena takut ada PMK seperti tahun lalu,” ucapnya menambahkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....