Pemkot Intensifkan Pemantauan Menjelang Iduladha, Periksa 1.718 Hewan Kurban

  • 23 Mei 2026 16:49 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta meningkatkan pemantauan dan pengawasan hewan kurban, termasuk di pasar tiban. Langkah ini untuk memastikan hewan kurban yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat.

Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sri Panggarti mengatakan, meski kesadaran masyarakat sudah tinggi dalam memilih hewan kurban. Tetapi, pemantauan dilakukan untuk memastikan kesehatan hewan kurban yang dijual di pasar tiban.

“Kita bersama tim melaksanakan pemantauan di pasar tiban untuk hewan-hewan yang diperjualbelikan untuk persiapan Hari Raya Idul Adha. Alhamdulillah sekarang semua semakin sadar, memasukkan hewan pasti dipilih yang sehat,” katanya, Jumat, 22 Mei 2026.

Panggarti mengungkapkan, hingga saat ini telah melakukan 50 kali pemantauan, dengan 29 diantaranya merupakan pasar tiban. Dari hasil pemantauan tersebut tercatat sebanyak 1.718 ekor hewan telah diperiksa, terdiri dari 127 sapi, 1.432 domba dan 159 kambing.

Panggarti menyebutkan, baik pedagang maupun pembeli kini sudah memahami ciri-ciri hewan sehat serta persyaratan hewan yang layak dijadikan kurban. Apabila ditemukan hewan sakit saat pemeriksaan, tim dari DPP Kota Yogyakarta juga membawa persediaan obat untuk penanganan awal.

"Kalau ada keluhan atau ditemukan sakit ringan, kita bantu diobati, kalau penyakitnya harus ditangani lebih serius nanti kita arahkan ke poliklinik. Tetapi alhamdulillah sampai saat ini semuanya sehat,” ucapnya.

Panggarti menjelaskan, ciri-ciri kambing sehat di antaranya memiliki mata jernih, gerakan lincah, nafsu makan baik, kotoran normal serta area mulut dan hidung bersih tanpa leleran. Selain itu, cermin hidung hewan juga harus dalam kondisi lembab atau basah.

Dari hasil pemantauan, seperti Pusat Pengadaan Hewan Qurban (PPHQ) Siliran Lor dan PPHQ Siliran Kidul telah mengantongi izin operasional. Hewan yang dijual di pasar tiban berasal dari berbagai daerah baik dari dalam maupun luar DIY dan mayoritas hewan yang dijual berupa domba.

Panggarti juga mengimbau, pedagang pasar tiban untuk mengurus izin berjualan serta memastikan hewan yang dijual memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal.

"Yang paling sederhana untuk mengetahui hewan sehat atau tidak adalah meminta SKKHH dari daerah asal," ujarnya.

Sementara itu, salah satu pengawas di PPHQ Siliran Kidul, Agus Sumantoro mengaku, telah berjualan kambing kurban selama 20 tahun. Pihaknya mulai membuka PPHQ Siliran Kidul sejak Kamis, 14 Mei lalu dan biasanya berlangsung sekitar 12-14 hari.

“Sudah ada yang laku tiga, tapi sekarang masih agak sepi dibanding tahun lalu. Mungkin karena barengan musim sekolah,” katanya, mengungkapkan.

Agus Sumantoro menjelaskan, harga kambing yang dijual berkisar Rp1,5 juta hingga Rp4,5 juta per ekor, nominal ini berdasarkan ukuran dan jenisnya. Kambing-kambing tersebut didatangkan dari Muntilan dan sebagian besar menggunakan sistem titip jual.

“Kalau tidak laku ya kita kembalikan. Di sini kami cuma merawat dan menjualkan saja,” ujarnya, mwnambahkan.

Pada Hari Raya Iduladha tahun ini pihaknya menyediakan sekitar 60 ekor kambing, lebih sedikit dibanding tahun lalu yang mencapai hampir 70 ekor. Hingga saat ini sebanyak 16 ekor kambing telah terjual kepada pelanggan dari berbagai wilayah di Kota Yogyakarta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....