Deteksi Dua Geng Aktif, Pemkot Yogyakarta Perketat Pengawasan di Tingkat SD-SMP
- 23 Mei 2026 16:04 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta mengambil langkah tegas guna memutus rantai kekerasan anak yang kembali marak di jalanan. Respons ini mencuat pasca insiden tragis di Jalan Yos Sudarso, Kotabaru, yang mengakibatkan seorang pelajar berinisial AA (17), Minggu, 17 Mei 2026, meninggal dunia akibat kekerasan.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengungkapkan, pihak berwenang telah mengidentifikasi sedikitnya dua geng pelajar yang ditengarai masih aktif melakukan pergerakan dan rekrutmen anggota di wilayahnya. Sehingga upaya-upaya dilakukan untuk memperketat pengawasan, guna menekan fenomena kenakalan dan kejahatan jalanan yang belakangan kembali marak.
"Lebih ke arah SLTA ya, tapi saya kira SLTP ini tempat strategi untuk mencegah,” katanya, Kamis, 21 Mei 2026.
Hasto menjelaskan, identifikasi sejak dini sangat diperlukan terutama pada anak-anak yang mempunyai risiko tinggi untuk bisa direkrut di dalam geng-geng tersebut. Menurutnya, langkah pencegahan diperlukan.
Pemkot Yogyakarta tidak ingin hanya sekadar meredam gejala di permukaan. Hasto menjelaskan, setiap anak yang bergabung dalam geng ataupun kelompok kekerasan jalanan selalu memiliki masalah mendasar (underlying problem) yang berbeda-beda.
“Kita perlu identifikasi sejak dini, kemudian kita harus memilah dalam arti menelusuri sebetulnya apa underlying problem. Karena kemarin beberapa kita telusuri oh background-nya juga ada broken home misal seperti itu, nah ini harus kita urai, karena masing-masing fenomena ini beda sebabnya,” ucapnya.
Edukasi dan pendampingan akan dilakukan melibatkan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta, sehingga dijelaskan Hasto, perhatian khusus bisa diberikan pada sekolah-sekolah yang dinilai rawan. Disamping itu, sinergi juga akan diperkuat sebagai langkah pencegahan menggandeng seluruh komponen di Kota Yogyakarta.
“Kami di Dinas Pendidikan kami mengelola SMP terutama dan juga SD, tapi saya kira yang potensial sudah SMP, kami bisa mengidentifikasi itu sebagai suatu langkah-langkah pencegahan. Di samping itu kami kerja sama dengan Pak Kapolres, dengan juga Pak Dandim, kemudian juga dengan Jogowargo, Jogo Jogo yang lainnya itu semua kita integrasikan untuk menjaga keamanan di Kota Yogyakarta ini,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....