FKG UGM Pasang Gigi Tiruan bagi Buruh Pemetik Teh Pagilaran

  • 30 Jul 2026 16:20 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut bagi buruh pemetik teh di kawasan Perkebunan Teh Pagilaran, Batang, Jawa Tengah. Selain pemeriksaan, masyarakat yang mengalami kehilangan gigi juga mendapatkan layanan pemasangan gigi tiruan sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Spesialis Program Studi Prostodonsia FKG UGM, Dr. drg. Sri Budi Barunawati, mengatakan kebutuhan pelayanan kesehatan gigi di masyarakat masih cukup tinggi. Hal itu terlihat dari jumlah penerima manfaat selama program berlangsung.

“Hingga akhir bulan Juni, sebanyak 43 masyarakat telah mendapatkan pemasangan gigi tiruan, sedangkan sekitar 100 orang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gigi. Capaian ini menunjukkan bahwa kebutuhan pelayanan kesehatan gigi di masyarakat memang cukup tinggi sehingga program seperti ini sangat diperlukan untuk terus dilanjutkan,” ucapnya dalam keterangan yang dikirim Kamis, 30 Juli 2026.

Ia menjelaskan, program pemasangan gigi tiruan telah dilaksanakan melalui empat kali kunjungan selama satu tahun terakhir. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar kawasan perkebunan.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan SDM FKG UGM, drg. Heribertus Dedy Kusuma Yulianto, menuturkan program tersebut berawal dari kegiatan pengabdian berbasis riset yang dilakukan di PT Pagilaran.

“Program ini diawali dari kegiatan pengabdian berbasis riset. Setelah kami melakukan kunjungan ke PT Pagilaran, kami melihat adanya potensi yang bisa dikembangkan bersama berbagai program studi di FKG UGM. Salah satunya Departemen Prostodonsia yang menemukan cukup banyak masyarakat membutuhkan pelayanan gigi tiruan,” ujarnya.

Hasil identifikasi kebutuhan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan PT Pagilaran hingga lahir kolaborasi yang mengintegrasikan program pengabdian FKG UGM dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

“Dari situlah kami berkoordinasi dengan pihak PT Pagilaran dan akhirnya menyusun kolaborasi yang menggabungkan kegiatan pengabdian FKG UGM dengan program KKN,” ujarnya.

Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa turut dilibatkan dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Selain itu, FKG UGM juga melakukan revitalisasi balai kesehatan di lingkungan PT Pagilaran yang sebelumnya sudah lama tidak beroperasi. Program tersebut diperkuat melalui kerja sama dengan mitra FKG UGM untuk mendukung pelayanan pemeriksaan kesehatan gigi bagi masyarakat dan pekerja di kawasan perkebunan.

Ketua Tim Pengabdian FKG UGM, drg. Lisdrianto Hanindriyo, mengatakan kegiatan monitoring dan evaluasi tahun ini difokuskan pada peningkatan kompetensi kader kesehatan gigi yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan. Sebanyak 27 kader telah dibekali kemampuan melakukan pemeriksaan gigi sederhana sebagai upaya deteksi dini berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut.

“Kompetensi tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan Posyandu maupun pelayanan kesehatan dasar di masyarakat,” ucapnya.

Selain memberikan pelatihan, tim juga melakukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana materi yang telah diberikan diterapkan di lapangan. Ke depan, setiap kader diharapkan dapat mendampingi satu RT serta berperan aktif dalam kegiatan Posyandu balita maupun lansia yang rutin digelar setiap bulan.

Lisdrianto menilai kerja sama dengan PT Pagilaran menjadi langkah strategis karena perusahaan tersebut merupakan salah satu unit usaha milik UGM yang menjadi representasi universitas di tengah masyarakat.

“FKG UGM berharap masyarakat sekitar dapat merasakan secara langsung kehadiran UGM melalui berbagai program pengabdian yang memberikan manfaat nyata, khususnya dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut,” katanya.

Direktur Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM, Dr. dr. Rustamaji, turut mengapresiasi sinergi antara FKG UGM dan PT Pagilaran. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kerja sama yang terjalin diharapkan dapat menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam memberikan manfaat langsung pada masyarakat melalui program pengabdian yang berkelanjutan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....