Penyalahgunaan OOT Dominasi Kasus Narkoba, Polda DIY Tekankan Peran Orang Tua

  • 23 Mei 2026 03:47 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Direktur Reserse Narkoba Polda DIY, Kombes Pol Roedy Yoelianto mengungkapkan penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) masih menjadi persoalan serius di Daerah Istimewa Yogyakarta. jumlah kasus OOT disebut lebih mendominasi dibandingkan kasus narkotika maupun psikotropika lainnya.

Ia menyampaikan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena berpotensi mengancam kualitas generasi muda dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Bagaimana kita mencapai ke arah sana (Indonesia Emas 2045) ketika generasi mudanya kemudian pakai narkoba. Ini tentu menjadi satu hal yang perlu dipahami bersama. Katanya saat ditemui disela kegiatan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT), Kamis, 21 Mei 2026.

Roedy menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun Direktorat Reserse Narkoba Polda DIY maupun di jajaran Polres, kasus penyalahgunaan OOT justru mendominasi dibandingkan jenis penyalahgunaan narkoba lainnya.

“Dari data yang kami miliki, obat-obat tertentu itu justru mendominasi dibandingkan jenis yang lain yaitu narkotika,” ujarnya.

Selain berdampak pada kesehatan, penyalahgunaan OOT juga dinilai berkontribusi terhadap munculnya berbagai tindak kriminal. Ia menyebut sejumlah kasus kekerasan jalanan yang terjadi di DIY kerap dipicu oleh konsumsi obat-obatan tertentu yang memengaruhi perilaku pelaku.

“Ketika itu sudah bisa kami ungkap, kami tangkap pelaku penyalahguna OOT, maka paling tidak itu juga pencegahan terhadap tindak kriminal,” ucapnya

Ia menegaskan upaya pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, komunitas, hingga seluruh pemangku kepentingan memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam mengawasi dan membimbing generasi muda.

Menurut Roedy, keluarga merupakan benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan obat-obatan. Perhatian orang tua terhadap aktivitas dan pergaulan anak menjadi faktor penting untuk menghindarkan remaja dari risiko penyalahgunaan OOT maupun tindak kriminal lainnya

“Keluarga merupakan benteng pertahanan awal dalam mencegah penyalahgunaan obat-obatan. Jangan sampai ketika anak belum pulang hingga larut malam, orang tua diam saja. Tiba-tiba kaget karena anak jadi pelaku klitih ataupun penganiayaan, kriminal. Atau jadi korban atau ketangkap polisi,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....