Pemkab Bantul Dorong Ketahanan Pangan lewat Pertanian Terpadu

  • 23 Mei 2026 03:44 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul bersama pemerintah kalurahan, terus mendorong upaya penguatan ketahanan pangan berbasis pertanian terpadu di wilayahnya. Salah satunya dengan mendukung pengembangan pertanian terpadu seperti di Lumbung Mataraman Sriharjo, Imogiri.

Lurah Sriharjo, Titik Istiawatun Hasanah menyatakan, Lumbung Mataraman dikembangkan dengan menggabungkan pertanian dan peternakan dalam satu lokasi. Kotoran dari hewan ternak digunakan untuk pupuk pertanian, sementara limbah pertanian dimanfaatkan untuk pakan ternak.

“Konsepnya pertanian terpadu. Output peternakan menjadi input pertanian, kemudian limbah pertanian juga bisa dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan peternakan. Jadi tidak ada yang terbuang, semua bisa dimanfaatkan,” ucapnya saat panen raya ketela pohon, Rabu, 20 Mei 2026.

Titik mengungkapkan, luas lahan pertanian dan kandang kelompok warga di Lumbung Mataraman mencapai 1,9 hektar. Lahan tersebut ditanami pohon singkong, dan hasil panennya diolah menjadi modified cassava flour (mocaf) atau biasa disebut tepung singkong.

“Kalau olahan lainnya lebih ke singkong itu diolah jadi mocaf. Lalu mocaf digunakan sebagai bahan baku mie instan produksi Sriharjo yaiitu ‘Srimi’,” ujarnya.

Tak hanya itu, lokasi tersebut juga menjadi sarana pembelajaran para petani di Sriharjo, dengan melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT), Taruna Tani, kelompok tani, serta gabungan kelompok tani yang berada di bawah koordinasi BUMDes. Salah satu yang menjadi andalan adalah produksi pupuk organik berbahan dasar kotoran kambing.

“Kami mulai mengembangkan pupuk organik dari kotoran kambing dan nantinya akan dikembalikan lagi untuk mendukung pertanian di sini,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta mengatakan, keberadaan Lumbung Mataraman Sriharjo diharapkan mampu mewujudkan kemandirian pangan. Hal itu bisa diwujudkan dengan budidaya berbagai tanaman produktif.

“Lumbung Mataraman ini sudah ditanami berbagai jenis makanan, sesuai arahan daripada pemerintah yaitu ketahanan pangan. Sehingga makanan yang ditanam di Lumbung Mataraman Kaluran Sriharjo ini mudah didapat, murah, sehat, dan bergizi,” ucapnya.

Aris juga berharap agar Lumbung Mataraman mampu menjamin ketersediaan pangan masyarakat sekitar. Sehingga, warga Sriharjo dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari tanpa perlu bepergian jauh.

“Insyaallah masyarakat di wilayah Kalurahan Sriharjo ini tidak akan kekurangan pangan,” ucapnya menambahkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....