Masih Muncul Fenomena Tangis Keluarga Miskin akibat Ditahannya Ijazah Siswa

  • 21 Mei 2026 23:44 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Fenomena penahanan ijazah di yogyakarta masih marak terjadi yang mana menjadikan anak adalah korban dikarenakan tidak bisa mengakses pekerjaan maupun melanjutkan ke jenjang pendididikan selanjutnya.

"Anak-anak miskin yang kurang beruntung di bidang ekonomi menjadi sasaran kejahatan sekolah hal ini mereka mendapatkan beban pesikis dan kerugian di berbagai macam kesepatan," ucap Yuliani dari Saranglidi dalam siaran Ngobras Pro1 RRI Yogyakarta, Kamis, 21 Mei 2026.

Menurut Yuliani, dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) adalah kebijakan pemerintah untuk memberikan fasilitas pendidikam geratis dari jenjang sekolah dasar, menengah pertama, dan sekolah menegah atas. Namun pada kenyataannya, masih banyak sekolah yang menarik pungutan.

Fakta tersebut diperparah dengan pihak sekolah yang menahan ijazah siswa karena orang tua atau wali murid tak mampu membayar beragam iuran dan pungutan yang dibebankan.

Zoura dari Sarang lidi juga menyampaikan anak memiliki hak untuk meminta hak nya atas ijazah, raport atau nilai.

"Sampaikan kondisi ekonomi kepada sekolah dan meminta bantuan ke dinas pendidikan diakarenakam sudah menjadi kewajiban negara memberikan akses pendidikan gratis," katanya.

Menurutnya, jika sekolah hendak membuat kebijakan iuran, harus dilakukan secara sukarela, dan tidak boleh membuat kesepakatan yang merugikan pihak-pihak yang rentan secara ekonomi amanah negara memberikan pendidikan wajib 9 tahun. (Rifa Hanafi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....