DIY Perkuat Kolaborasi Jaga Keberlanjutan Penanggulangan AIDS
- 20 Mei 2026 16:42 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pemerintah Daerah DIY terus memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan keberlanjutan program penanggulangan AIDS, Tuberkulosis (TB), dan Malaria. Langkah tersebut dinilai penting di tengah menurunnya dukungan pendanaan dari donor global terhadap penanganan ketiga penyakit tersebut.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, dalam Lokakarya Peningkatan Kesadaran dan Mobilisasi Sumber Daya Daerah untuk Keberlanjutan Program AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di DIY yang berlangsung di Hotel Santika Premiere Yogyakarta, Selasa, 19 Mei 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Victory Plus Yogyakarta.
Made menegaskan, layanan kesehatan masyarakat harus tetap berjalan meski pola pendanaan global mengalami perubahan. Menurutnya, upaya penanggulangan AIDS, TB, dan Malaria memang sudah seharusnya tidak bertumpu sepenuhnya pada bantuan donor.
“Kebutuhan layanan kesehatan masyarakat tidak boleh berhenti, meskipun lanskap pendanaan global mengalami perubahan. Dan memang seharusnya penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria tidak boleh hanya bergantung pada siklus donor,” katanya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data hingga Triwulan III tahun 2025, jumlah kumulatif kasus HIV di DIY mencapai 9.348 kasus, sementara kasus AIDS tercatat sebanyak 2.464 kasus. Angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan HIV/AIDS masih menjadi tantangan serius yang memerlukan keterlibatan berbagai sektor, tidak terbatas pada bidang kesehatan semata.
“Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria harus menjadi bagian dari tanggung jawab pembangunan daerah. Selain pengobatan, penting pula dilakukan pendekatan kemanusiaan dalam penanganan HIV/AIDS, termasuk pengurangan stigma dan diskriminasi di masyarakat,” katanya.
Menurut Made, keberhasilan penanganan penyakit tersebut juga sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga, komunitas, serta lingkungan sosial. Karena itu, Pemda DIY terus memperkuat kerja sama dengan organisasi masyarakat sipil, akademisi, pelaku usaha, hingga komunitas pendamping di lapangan.
Berbagai langkah penguatan dilakukan melalui edukasi publik, sosialisasi regulasi terkait HIV/AIDS, hingga pengembangan layanan promotif dan preventif sebagai upaya pencegahan yang lebih berkelanjutan.
“Melalui lokakarya ini, Pemda DIY berharap dapat menghasilkan langkah tindak lanjut yang konkret untuk menjaga keberlanjutan layanan kesehatan di DIY. Berkurangnya dukungan donor jangan dimaknai semata sebagai kehilangan sumber daya, melainkan momentum memperkuat kemandirian daerah,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....