Menjelang Iduladha, Stok Hewan Kurban Yogyakarta Aman dan Diawasi Ketat
- 12 Mei 2026 14:19 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Menyambut Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Daerah DIY bersama Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memastikan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi aman. Selain menjaga kestabilan harga, pengawasan kesehatan ternak juga diperkuat untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular strategis, termasuk antraks.
Pemantauan dilakukan TPID DIY dan TPID Kota Yogyakarta di UD Segar Farm, Pakuncen, Wirobrajan, Jumat, 8 Mei 2026. Pengawasan tidak hanya menyasar stok dan harga hewan kurban, tetapi juga memastikan ternak yang masuk ke Kota Yogyakarta sehat, layak jual, dan aman dikonsumsi masyarakat.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengatakan kebutuhan hewan kurban dipastikan terpenuhi meskipun sebagian besar pasokan masih berasal dari luar daerah seperti Gunungkidul, Magelang, Madura, hingga Bali. Pemerintah juga terus melakukan langkah antisipatif agar Iduladha tidak memicu lonjakan inflasi maupun penyebaran penyakit ternak.
“Yang menjadi perhatian utama bukan hanya ketersediaan stok, tetapi juga kesehatan hewan kurban. Pemeriksaan kesehatan terus dilakukan bersama instansi terkait agar masyarakat mendapatkan hewan kurban yang aman dan sehat. Insyaallah kebutuhan tercukupi dan inflasi tetap terkendali,” ujar Wawan.
Saat ini harga sapi kurban berada di kisaran Rp24 juta hingga Rp25 juta per ekor. Meski mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya, kondisi pasar dinilai masih stabil dan daya beli masyarakat tetap terjaga. Pemerintah juga mulai menertibkan pasar tiban hewan kurban melalui kewajiban izin penjualan dan rekomendasi dari kelurahan.
“Kami juga mengatur agar lapak penjualan tidak menggunakan aset milik pemerintah. Semua harus tertib dan memenuhi syarat kesehatan hewan,” kata Wawan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi, mengungkapkan populasi ternak di Kota Yogyakarta masih terbatas. Jumlah sapi saat ini hanya sekitar 200 ekor, sedangkan populasi kambing lebih sedikit lagi. Sementara pada Iduladha tahun lalu, total hewan kurban yang dipotong mencapai 15.777 ekor.
“Karena itu Kota Yogya masih bergantung pada pasokan luar daerah. Namun seluruh hewan yang masuk wajib membawa Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan sertifikat veteriner. Pemeriksaan fisik juga dilakukan setiap hari oleh petugas,” kata Sukidi.
Pengawasan kesehatan hewan juga akan diperketat hingga hari penyembelihan. Mengacu pada pelaksanaan tahun lalu, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menyiagakan ratusan petugas gabungan dari unsur pemerintah, akademisi, hingga tenaga kesehatan hewan.
“Tahun lalu kami menurunkan 135 petugas saat Iduladha hingga hari tasyrik. Mereka bekerja pagi hingga malam untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur kesehatan,” ujarnya.
Penguatan pengawasan tersebut juga merujuk pada Surat Edaran Gubernur DIY terkait pengendalian inflasi dan kewaspadaan terhadap Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS). Pemerintah daerah diminta memperketat pengawasan lalu lintas ternak, meningkatkan vaksinasi, serta memperkuat pemeriksaan antemortem dan postmortem.
Sementara itu, Kepala Tim Perumusan Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Arya Jodilistyo, memastikan kondisi inflasi DIY masih terkendali. Berdasarkan data BPS DIY April 2026, DIY bahkan masih mengalami deflasi bulanan.
“Momentum Iduladha memang mendorong kenaikan permintaan hewan kurban, tetapi pasokan tetap aman dan distribusi terjaga. Karena itu inflasi masih terkendali,” kata Jodi.
Di sisi lain, pengelola UD Segar Farm, Kuncen Sudi Harsoyo, menyebut permintaan hewan kurban mulai meningkat signifikan menjelang Iduladha. Kandangnya saat ini menyediakan puluhan sapi dari Madura, Pamekasan, hingga DIY dengan jenis sapi PO dan Madura yang paling diminati masyarakat.
“Harga tahun ini naik sekitar Rp1 juta sampai Rp1,5 juta per ekor. Yang paling dicari masyarakat kisaran Rp24 juta sampai Rp25,5 juta. Semua sapi sudah rutin diperiksa dokter hewan dan dilakukan vaksinasi,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....