Ratusan Mahasiswa UGM Siap Kawal Keamanan Daging Kurban 2026 di DIY
- 11 Mei 2026 14:52 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menjelang perayaan Idul Adha 1447 H yang jatuh pada 27 Mei 2026, upaya penjaminan kesehatan hewan dan keamanan pangan menjadi prioritas utama di Daerah Istimewa Yogyakarta. Guna memastikan masyarakat mengonsumsi daging yang sehat dan halal, kolaborasi besar lintas institusi resmi digelar melalui Pelatihan Pemeriksaan Antemortem dan Postmortem Hewan dan Daging Kurban, Minggu 10Mei 2026.
Kegiatan ini merupakan kerja sama strategis antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner Sekolah Vokasi (SV) UGM, serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang DIY.
Sebanyak 325 mahasiswa dari FKH dan Sekolah Vokasi UGM akan diterjunkan langsung ke lima kabupaten/kota di seluruh Provinsi DIY. Mereka akan didampingi oleh sekitar 200 dosen dan dokter hewan untuk melakukan pengawasan ketat di titik-titik pemotongan kurban.
Pelepasan mahasiswa ini dilakukan secara simbolik oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai ujung tombak pengabdian masyarakat dalam menjaga kesehatan publik.
Situasi kurban tahun ini menuntut kewaspadaan tinggi. Meski dalam fase pengendalian, risiko wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD), serta ancaman penyakit menular seperti Antraks dan Tuberculosis tetap menjadi fokus utama tim pemeriksa.
Dr. Roza Azizah Primatika, S.Si., M.Si., selaku Ketua Departemen Kesehatan Masyarakat Veteriner, menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan dalam dua tahap krusial:
- Pemeriksaan Antemortem: Dilakukan sebelum penyembelihan untuk memastikan hewan kurban telah cukup umur (minimal 2 tahun) dan secara klinis sehat tanpa gejala penyakit.
- Pemeriksaan Postmortem: Dilakukan setelah penyembelihan pada daging dan organ dalam untuk mendeteksi penyakit zoonosis yang dapat menular ke manusia, guna menjamin daging layak konsumsi.
Ketua PDHI DIY, drh. Aniq Syihabuddin, menambahkan bahwa kolaborasi ini sangat penting untuk memberikan rasa aman bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah kurban. Pengawasan terpadu ini diharapkan mampu meminimalisir risiko penularan penyakit dan memastikan kualitas gizi daging tetap terjaga dari hulu ke hilir.
"Dengan sinergi antara akademisi dan praktisi ini, Provinsi DIY berkomitmen mewujudkan Idul Adha 2026 yang sehat, aman, dan barokah bagi seluruh lapisan masyarakat,"ujar drh. Aniq
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....