Stok Hewan Kurban Dipastikan Aman, Pasokan Didatangkan Dari Luar Kota Yogyakarta

  • 11 Mei 2026 11:37 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Tren kebutuhan hewan kurban di Kota Yogyakarta menunjukkan grafik peningkatan. Namun, masyarakat diminta tidak khawatir karena pasokan dari daerah penyangga dipastikan aman.

Kabid Perikanan dan Kehewanan, Dinas Pertanian Pangan Kota Yogyakarta, Sri Panggarti mengatakan, kebutuhan hewan kurban di Kota Yogyakarta setiap tahun cenderung mengalami peningkatan, terutama menjelang Hari Raya Iduladha. Hanya saja dipastikan ketersediaan hewan kurban setiap tahunnya masih bisa tercukupi.

Panggarti menjelaskan, keterbatasan lahan peternakan dan jumlah stok hewan kurban di kota setiap Hari Raya Iduladha, diatasi dengan koordinasi lintas daerah. Menurutnya, pasokan didukung penuh oleh sentra peternakan di DIY dan luar daerah.

"Prinsipnya masih mencukupi karena pasokan tidak hanya berasal dari wilayah Kota Yogyakarta, tetapi juga didukung oleh sentra peternakan di wilayah DIY seperti Gunungkidul, Bantul, dan Sleman. Maupun dari luar daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur," katanya, Senin, 11 Mei 2026.

Panggarti menegaskan, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan terus melakukan pemantauan terhadap lalu lintas ternak, kesehatan hewan. Sekaligus memastikan kelayakan hewan kurban agar masyarakat memperoleh hewan yang sehat, aman, dan sesuai syariat.

Selain aspek kuantitas, perhatian juga diberikan terhadap kualitas hewan kurban, mulai dari umur ternak, kondisi fisik, hingga pemeriksaan kesehatan sebelum dipasarkan. Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk membeli hewan kurban dari penjual resmi dan tempat penampungan yang telah mendapatkan pengawasan kesehatan hewan guna menjamin keamanan pangan asal hewan dan mencegah penyebaran penyakit ternak.

Sebelumnya, Wakil Wali kota Yogyakarta, Wawan Harmawan menyampaikan, harga sapi dari pantauan sementara yang dilakukan berada dikisaran Rp25 - 70 juta rupiah. Hanya saja diakui terjadi penurunan daya beli untuk hewan kurban jenis sapi, dan muqorib lebih banyak beralih ke kamping atau domba.

"Paling banyak permintaan itu kisaran Rp25 juta. Tapi memang ada penurunan dan pergeseran dari sapi ke kambing atau domba," ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi mengungkapkan, sebagian besar kebutuhan hewan kurban di Kota Yogyakarta masih dipasok dari luar daerah karena keterbatasan peternakan lokal. Untuk sapi, ketersediaan di dalam kota hanya sekitar 200 ekor.

Sukidi menjelaskan, pada Iduladha tahun 2025 lalu tercatat sebanyak 2477 sapi, 1342 kambing, dan 4434 domba dengan total 8253 ekor yang dipotong di luar rumah potong hewan (RPH). Sementara itu prediksinya pada 2026, total keseluruhan hewan sekitar 7952 ekor dengan 600 titik lokasi pemotongan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....