Evaluasi Kinerja Kepengurusan, Karang Taruna Kulon Progo Gelar Temu Karya 2026
- 10 Mei 2026 12:09 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo – Karang Taruna Kabupaten Kulon Progo menggelar Temu Karya 2026, di Aula Adikarto Kulon Progo, Minggu 10 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi di tingkat kabupaten.
Forum ini menjadi agenda penting untuk mengevaluasi kinerja, melalui Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), program kerja baru, hingga memilih ketua dan tim formatur untuk periode mendatang.
Ketua Panitia Temu Karya 2026, Ceem Nara Zikria, menjelaskan, ada tiga kandidat ketua Karang Taruna Kulon Progo. Ketiga nama tersebut adalah,
Pujiono dari Kapanewon Nanggulan.
Tamyus Rochman dari Kapanewon Wates dan Ngudi Prasetyo dari Kapanewon Lendah.
"Siapapun pun yang terpilih, diharapkan mampu merangkul pengurus lama dan berkolaborasi dengan kepengurusan di tingkat kapanewon hingga kalurahan agar program kerja dapat berjalan secara tersistem dan terintegrasi," ujarnya.
Karang Taruna Kulon Progo di kepengurusan yang baru, lanjutnya, akan tetap memfokuskan kegiatannya pada aspek sosial masyarakat. Beberapa prioritas utama, seperti Ekonomi Produktif, Pengabdian sosial yang berkelanjutan, dan Pengembangan kapasitas bagi pemuda-pemudi di seluruh wilayah Kulon Progo.
Regenerasi juga dilakukan dengan menggabungkan pengalaman pengurus senior dan pengurus baru dari berbagai tingkatan wilayah. Strategi ini penting untuk menarik minat generasi muda agar terlibat aktif dalam organisasi.
Menengok kesuksesan program sebelumnya, Karang Taruna Kulon Progo mencatat jika pelatihan kepemimpinan dan pendampingan lomba Karang Taruna Berprestasi memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat.
"Tahun depan akan diadakan lagi lomba prestasi di tingkat nasional, jadi kita sudah harus bersiap-siap untuk pengawalan Karang Taruna Berprestasi di Kabupaten Kulon Progo," ujarnya.
Proses Kaderisasi menjadi tantangan bagi Karang Taruna, termasuk juga DIY. Dinamika aktivitas anak muda yang semakin padat dan kompleks, menjadi tantangan tersendiri.
Ketua Karang Taruna DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu, dalam Temu Karya Karang Taruna Kulon Progo 2026, di Aula Adikarto Kulon Progo, mengatakan, kaderisasi memang menjadi tantangan besar bagi organisasi pemuda di masa kini. Minat generasi muda untuk bergabung dalam organisasi sosial seperti Karang Taruna menghadapi tantangan tidak ringan akibat kegiatan akademis dan kesibukan harian yang cukup menyita waktu.
Namun, demikian, energi pemuda pemudi sangat dibutuhkan sebagai motor perubahan.
"Kaderisasi itu PR untuk kita. Sekarang anak muda kegiatannya semakin banyak, sekolah semakin berat, dan kehidupan sehari-hari butuh banyak energi," ujarnya, Minggu 10 Mei 2026.
Meski demikian, Gusti Hayu memuji kepedulian sosial para pemuda di DIY yang tetap terjaga tinggi.
Untuk memperkuat struktur organisasi, GKR Hayu mendorong komitmen dua arah antara pengurus dan anggota. Hal ini agar organisasi tidak hanya menuntut partisipasi tanpa memberikan manfaat nyata bagi anggotanya, seperti menghindari hubungan yang tidak sehat (toxic relationship).
Gusti Hayu berharap ada penyusunan Program Terukur untuk Memastikan setiap kegiatan Karang Taruna memiliki dampak (impact) yang jelas bagi masyarakat dan pengembangan diri pemuda. Selain itu juga ada kemudahan Akses untuk Menciptakan mekanisme yang mempermudah anak muda untuk ikut beraktivitas di tengah kesibukan mereka. Support system yang saling menguntungkan (win-win solution), juga diperlukan bagi semua pihak yang terlibat.
Di tengah transformasi sektor strategis seperti pariwisata di DIY, termasuk pengembangan sport tourism dan agrowisata yang sedang dipacu di wilayah Kulon Progo, peran pemuda menjadi semakin krusial.
GKR Hayu berharap siapa pun yang terpilih dalam kepengurusan Karang Taruna Kulon Progo, dapat bekerja sama secara luas dengan berbagai pihak.
"Harapannya semakin banyak anak muda yang terlibat aktif. Justru mereka ini yang akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....