Gali Potensi Kuliner Lokal, Mahasiswa KKN UGM Kembangkan Nugget Ikan Daun Kelor

  • 05 Agt 2026 09:28 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Sejumlah mahasiswa KKN UGM yang tergabung dalam Ekspedisi Togean berupaya untuk menggali potensi kuliner lokal dengan mengembangkan nugget ikan dengan menambahkan bahan daun kelor. Daun kelor menjadi tanaman yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk pangan bergizi, mendukung ketahanan pangan, serta meningkatkan ekonomi masyarakat.

Melalui inovasi pengolahan menjadi nugget ikan daun kelor, sumber daya lokal yang selama ini dimanfaatkan secara sederhana diharapkan dapat diolah menjadi produk bergizi, praktis, dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Salah satu mahasiswa KKN UGM Ekspedisi Togean Nadya Hapsari menjelaskan daun kelor memiliki kandungan gizi yang baik dikonsumsi untuk tubuh. Diantaranya adalah protein, vitamin A, vitamin C, vitamin E, kalsium, zat besi, kalium, serta senyawa antioksidan yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

“Inovasi pengolahan ini tidak hanya meningkatkan daya tarik dan nilai jual daun kelor, tetapi juga memperluas diversifikasi pangan berbasis potensi lokal, mendukung ketahanan pangan, serta membuka peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” kata Nadya.

Nadya menambahkan, ada sejumlah bahan untuk membuat nugget ikan daun kelor. Diantaranya 200 gram daging ikan giling, 50 gram daun kelor yang sudah dihaluskan, 100 tepung terugu, tepung panir, 100 gram tepung tapioka, dua putih telur, dan bawang putih bubuk, hingga lada dan garam. Nadya mengaku ada sejumlah kesulitan dalam proses pembuatan nugget ikan daun kelor.

“Trial and error pembuatan nugget ikan daun kelor terdapat sedikit kendala. Di antaranya adalah membuat komposisi yang pas antara takaran tepung, daging ikan giling dan daun kelor sehingga nugget yang dihasilkan memiliki cita rasa yang pas dan tidak berbau amis. Dengan adanya inovasi nugget ikan daun kelor ini, semoga warga Desa Bungayo dapat melaksanakan diversifikasi pangan dan ide bisnis yang berkelanjutan,” ucapnya.

Sementara, salah satu anggota Karang Taruna Desa Bungayo, Kabupaten Tojo Una-Una Sulawesi Tengah, Nurmin menyebut pihaknya menemui sejumlah permasalahan. Di antaranya pemanfaatan daun kelor yang masih terbatas dan kurangnya diversifikasi produk pangan lokal. Dia menambahkan, masyarakat juga dihadapkan oleh tantangan berupa sulitnya memadukan potensi ikan lokal dengan komoditas lokal lainnya dan rendahnya konsumsi sayuran pada anak-anak.

“Pemanfaatan daun kelor menjadi nugget ikan daun kelor memberikan inovasi yang sangat kreatif untuk warga Desa Bungayo, terlebih lagi pengolahan lanjutan dari daun kelor masih sangat kurang sehingga inovasi yang diberikan oleh mahasiswa KKN-PPM UGM sangat bermanfaat untuk ide jualan atau UMKM,” kata Nurmin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....