TPID Yogyakarta Pantau Kesehatan Hewan Kurban jelang Iduladha
- 08 Mei 2026 21:11 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID Kota Yogyakarta melakukan pemantauan hewan kurban di UD Segar Farm, Pakuncen, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Jumat, 8 Mei 2026. Pemantauan dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta.
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok hewan kurban sekaligus mengawasi kesehatan ternak menjelang Iduladha. Pengawasan diperketat guna mengantisipasi penyebaran penyakit hewan menular seperti antraks dan penyakit mulut dan kuku atau PMK.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi mengatakan, pengawasan dilakukan sejak sebelum hingga setelah proses penyembelihan hewan kurban. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan yang dipotong dalam kondisi sehat dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.
“Fokus pemantauannya ada di pemeriksaan awal sebelum dipotong dan setelah dipotong. Antemortem dan postmortem. Jadi kalau secara fisik diperiksa nanti setelah disembelih juga diperiksa. Jika setelah disembelih ada gejala penyakitnya, tidak boleh dimanfaatkan. Biasanya langsung dimusnahkan,” ujar Sukidi saat ditemui usai pemantauan hewan kurban di UD Segar Farm, Jumat, 8 Mei 2026.
Menurut Sukidi, hingga saat ini Kota Yogyakarta masih dinyatakan bebas dari kasus antraks. “Dari provinsi DIY yang terbebas dari penyakit itu baru kota Yogyakarta. Mudah-mudahan tahun ini juga begitu," katanya.
Hal itu, kata Sukidi, karena pihaknya melakukan pengawasan yang ketat terhadap hewan kurban yang masuk ke wilayah Kota Yogyakarta. "Ya, rahasianya kita ketat melakukan pengawasan. Jadi, hewan yang masuk harus menyertakan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Setelah itu nanti kita periksa juga. Kalau ternyata sakit secara fisik, kita tolak untuk masuk ke Kota Yogyakarta,” ujarnya.
Untuk memperkuat pengawasan, DPP Kota Yogyakarta akan menyiagakan ratusan petugas gabungan saat Iduladha hingga hari tasyrik. Setidaknya ada sekitar 150 petugas yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, hingga tenaga kesehatan hewan.
Sementara itu, pemilik UD Segar Farm, Sudi Harsoyo mengatakan, perawatan sapi dilakukan secara rutin dengan menjaga kebersihan kandang serta pemberian vitamin secara berkala. “Ya, harus kan bersih karena sapi banyak kan, vitamin harus dikasih terus. Untuk vitamin paling tidak nanti 4 hari, 5 hari kita vitamin lagi. Nanti setelah H-5 kita berhenti kasih vitamin,” ucap Harsoyo.
Tahun ini, pihaknya menyiapkan sekitar 250 hingga 300 ekor sapi berbagai jenis untuk memenuhi kebutuhan kurban masyarakat. Ia menambahkan, sapi jenis limosin masih menjadi favorit pembeli karena ukuran tubuhnya yang besar. Harga satu ekor sapi limosin dipasarkan sekitar Rp25 hingga Rp30 juta rupiah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....