Di Tengah Isu Keterbatasan, Stok Hewan Kurban Bantul Aman Jelang Iduladha
- 07 Mei 2026 15:09 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Ketersediaan hewan kurban berupa kambing dan sapi di Kabupaten Bantul menjelang Hari Raya Iduladha 2026 dipastikan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Meski harga mengalami kenaikan, kondisi tersebut dinilai masih dalam kategori wajar dan terkendali seiring meningkatnya permintaan menjelang Iduladha.
Kepastian tersebut disampaikan Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, saat mengikuti pemeriksaan dan pemantauan lapangan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY bersama TPID Kabupaten Bantul, Rabu, 6 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Pak AR Farm dan Kelompok Ternak Andini Mulyo itu bertujuan memantau kesehatan ternak, perkembangan harga, hingga ketersediaan pasokan hewan kurban.
“Jadi aman posisi kita Kabupaten Bantul atas koordinasi dengan Dinas Peternakan, kondisi stok hewan kurban baik domba maupun sapi ini mencukupi,” kata Aris saat ditemui usai pemantauan.
Aris juga memberikan apresiasi kepada para peternak yang rutin berkoordinasi dengan layanan kesehatan hewan di Kabupaten Bantul guna memastikan kondisi ternak tetap sehat hingga waktu penyembelihan.
“Ini yang siap untuk disembelih untuk Iduladha ini ada 150 dan kondisi semuanya sehat. Karena memang peternak dalam hal ini selalu koordinasi dengan puskesmas Kabupaten Bantul,” ujar Wakil Bupati Bantul.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hermanto, menjelaskan bahwa dibandingkan periode Iduladha tahun sebelumnya, harga hewan kurban pada 2026 memang mengalami peningkatan. Namun demikian, kenaikan tersebut masih relatif stabil dan terkendali.
“Jadi saya kira ada kenaikan, tetapi masih relatif terkendali,” ucapnya.
Hermanto menambahkan, masuknya hewan kurban dari luar daerah tidak memberikan dampak signifikan terhadap lonjakan harga di DIY. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kebutuhan hewan kurban di wilayah perkotaan tetap dapat dipenuhi melalui dukungan pasokan dari kabupaten sekitar.
"Dan pengalaman tahun sebelumnya juga saya kira di kota pun yang permintaannya cukup tinggi sementara enggak ada peternak, bisa dicukupi oleh kabupaten di sekitarnya,” ujar Hermanto.
Di sisi lain, pemilik AR Farm, Arbangi, mengatakan harga hewan kurban yang ia tawarkan berkisar antara Rp1.500.000 hingga Rp8.500.000. Ia memastikan seluruh hewan yang dijual dalam kondisi sehat dan dilengkapi layanan pengiriman kepada pembeli. Menurutnya, kenaikan harga menjelang Iduladha merupakan kondisi yang lazim terjadi karena tingginya permintaan pasar.
“Dan ini memang biasa pasaran Iduladha memang seperti itu. Misalnya dulu itu Rp1.300.000, sekarang sudah Rp1.500.000 lebih seperti itu, karena Iduladha ini kan hewannya harus disediakan yang sesuai dengan cara-cara tertentu. Saya juga garansi, saya menjamin domba ini sehat sampai hari-hari sebelumnya mengirim,” katanya.
Arbangi menegaskan dirinya siap bertanggung jawab apabila hewan yang diterima pembeli mengalami masalah kesehatan atau cacat fisik.
“Risiko saya tanggung, misalnya ada domba yang sudah dipesan, ternyata kok sakit, mati, pincang, patah tanduknya, saya ganti itu, saya garansi,” ujarnya.
Ia menambahkan, minat masyarakat untuk membeli hewan kurban biasanya mulai meningkat dua pekan sebelum Iduladha. Namun hingga Rabu, 6 Mei 2026, AR Farm telah menerima sekitar 250 pesanan, sementara stok yang tersedia baru mencapai 150 ekor. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pihaknya akan menggandeng jaringan mitra peternak.
“Kalau ini stok saya kan sekitar 150, tapi pesanan itu sudah 250. Nanti dari mitra-mitra saya, sudah ada. Jadi stoknya sudah aman, cuma belum saya ambil,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....