Diduga Tercemar Limbah SPPG, Sumur Warga di Srandakan Berbusa

  • 01 Mei 2026 12:38 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Sumur milik warga di Padukuhan Mangiran, Trimurti, Srandakan, Bantul diduga tercemar limbah cair instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Akibatnya, air sumur menjadi berbusa dan mengeluarkan bau tidak sedap sehingga tidak bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah satu warga, Agus Indriyanto (55) mengaku kini dirinya terpaksa membeli air bersih untuk kebutuhan konsumsi keluarganya. Menurutnya, air sumur sudah tidak layak lagi dikonsumsi.

“Kalau untuk kebutuhan masak dan minum, saya beli air galon setiap hari. Karena memang airnya bau dan mengeluarkan busa,” ucapnya, Kamis, 30 April 2026.

Sementara untuk mandi, Agus mengaku harus menumpang di rumah kerabatnya. Begitu pun saat mencuci pakaian.

“Jadi untuk mandi saya ke rumah saudara yang jaraknya sekitar satu kilometer. Kalau mencuci pakaian itu di rumah tetangga, terkadang juga ke jasa penatu,” ujarnya.

Agus pun menduga pencemaran sumur disebabkan oleh keberadaan SPPG di dekat kediamannya. Pasalnya, SPPG tersebut baru saja beroperasi sejak awal April 2026.

“Saya sudah tinggal di sini selama 30 tahun dan air sumur tidak pernah seperti ini. Kemungkinan ya dari SPPG itu,” katanya.

Sementara itu, Kepala SPPG Trimurti Srandakan #004, M Fauzan, mengaku siap untuk bertanggung jawab. Pihaknya pun sudah bertemu dengan warga dan merumuskan solusi terbaik.

“Pastinya kami akan bertanggung jawab. Solusinya yakni membangunkan sumur bor baru bagi warga yang terdampak,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....