Pemkot Yogyakarta Perkuat Branding Kota Festival, Dongkrak Ekonomi UMKM
- 30 Apr 2026 23:21 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat branding Kota Yogyakarta melalui konsep "Jogja City of Festivals". Langkah ini diambil sebagai upaya komprehensif untuk memajukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta sektor pariwisata melalui sinergi lintas sektor.
Hal ini dikatakan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan saat menjadi narasumber pada acara 'Jogja Kota Festival: Menggerakan UMKM Menguatkan Ekonomi Festival Jogja Rezeki Umum' yang di gelar di Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Yogyakarta, Rabu, 22 April 2026.
Wawan menekankan, Kota Yogyakarta memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya terpetakan secara digital dan menyeluruh. Melalui branding kota festival, diharapkan ada sinkronisasi yang kuat antara pelaku usaha dan agenda pariwisata. Untuk itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas kreatif.
Dalam acara tersebut juga mengundang narasumber lain, yakni Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakatta Mohammad Sofyan dan Kepala DinkopUKM Kota Yogyakarta, Trikaryadi Riyanto Raharjo.
Wawan mengungungkapkanz salah satu tantangan besar pariwisata Kota Yogyakarta adalah adanya periode sepi kunjungan atau low season, terutama pada rentang bulan Februari hingga April.
"Pada bulan-bulan tersebut untuk menjaga arus wisatawan tetap stabil kita harus kreatif. Kita bisa besarkan skala perayaan seperti Imlek melalui branding 'City of Festivals'. Tujuannya agar tidak ada lagi istilah bulan sepi di Kota Yogyakarta," ujarnya.
Wawan menggarisbawahi, kunci keberhasilan visi ini terletak pada kolaborasi antar-instansi. Ia mendorong adanya integrasi data dan program. Seperti Dinperinkop UKM untuk melakukan kurasi produk dan pemetaan pasar dan Dinas Pariwisata sebagai motor penggerak event dan promosi daerah.
"Sementara para pelaku ekonomi kreatif sebagai konseptor acara yang mampu menarik minat pasar milenial dan mancanegara," katanya.
Selain sisi ekonomi, Wawan juga menyoroti pentingnya menjaga narasi Jogja sebagai Kota Toleransi. Menurutnya, suasana kota yang inklusif dan ramah menjadi daya tarik tersendiri bagi investor dan wisatawan.
"Jogja bukan hanya kota pendidikan, tapi kota yang sangat toleran. Jika nilai-nilai ini kita padukan dengan kreativitas, maka UMKM kita tidak hanya naik kelas secara kualitas, tapi juga secara jangkauan pasar melalui ekosistem digital yang kuat," ucapnya.
Melalui langkah-langkah strategis ini, Wawan optimis ekonomi Kota Yogyakarta akan terus bergerak dinamis sepanjang tahun, tanpa harus bergantung pada musim liburan tertentu saja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....