Mahasiswa Didorong Lebih Aktif Berperan Atasi Isu Sampah dan Lingkungan
- 30 Apr 2026 22:19 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM menggelar Pameran dan Diseminasi Dokumentasi Relawan pada Jumat, 24 April 2026. Kegiatan ini menjadi sarana publikasi atas berbagai program pengabdian yang telah dilaksanakan di Aceh dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sebelumnya, mahasiswa Fisipol UGM telah menjalankan sejumlah inisiatif, di antaranya rehabilitasi pendidikan di Aceh serta pengelolaan sampah di kawasan IKN. Program-program tersebut melibatkan mahasiswa sebagai relawan yang turun langsung ke lapangan.
Dekan Fisipol UGM, Dr. Wawan Mas’udi, menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa sebagai relawan merupakan bentuk respons terhadap berbagai kondisi kebencanaan, baik yang telah terjadi maupun yang berpotensi muncul di masa depan. Ia mencontohkan peran mahasiswa dalam membantu digitalisasi layanan dan pendidikan di Aceh pascabencana, serta keterlibatan dalam isu kebersihan lingkungan di IKN.
“Situasi kebencanaan dan potensi kebencanaan sangat membutuhkan perhatian kita. Termasuk di dalamnya sampah, yang bagi saya sudah menjadi bencana dan perlu direspons secara serius,” ucapnya.
Ia menambahkan, program di Aceh dijalankan oleh relawan Fisipol Mengajar sebagai bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, khususnya di sektor pendidikan. Sementara kegiatan di IKN dilakukan oleh relawan Bala Gadjah Mada yang berasal dari Kelompok Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup Setrajana.
“Relawan ini lebih berfokus pada isu kesehatan, lingkungan hidup, dan pengelolaan sampah,” ujarnya.
Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Dr. Thomas Umbu Pati, turut menyoroti tantangan lingkungan dalam pembangunan IKN, terutama terkait pengelolaan sampah dan deforestasi.
“Kami melihat bahwa persoalan lingkungan di IKN masih berkaitan dengan masalah pengelolaan sampah, deforestasi, dan aktivitas pertambangan yang tergolong ilegal. Karena itu, diperlukan tata kelola yang kuat sebagai dukungan regulasi, agar berbagai kebijakan yang telah dirancang dapat berjalan secara berkelanjutan,” katanya.
Pandangan serupa juga disampaikan Sekretaris Paguyuban Bank Sampah DIY sekaligus Wakil Ketua GIPI DIY, Erwan Widyarto. Ia menekankan pentingnya pengurangan sampah sejak dari sumber melalui penerapan prinsip 3R.
“Pengurangan limbah sampah perlu dilakukan sejak dari sumbernya, salah satunya melalui pengelolaan dengan prinsip reduce, reuse, dan recycle agar dampaknya bisa lebih terasa,” katanya.
Sementara itu, Ketua Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) Yogyakarta, Rifka Agnes, menyoroti peran penting generasi muda dalam mengatasi persoalan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan penyediaan ruang terbuka hijau di tengah pesatnya pembangunan.
“Anak muda punya peran besar dalam mendorong gerakan kolektif, baik melalui aksi nyata di lapangan maupun kampanye digital yang mampu menjangkau lebih luas dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....