Move With Culture, Ajak Masyarakat Berolahraga Sembari Merawat Budaya

  • 30 Apr 2026 21:51 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kota Yogyakarta rasnya tak pernah kehabisan ide kreatif untuk menghadirkan kegiatan seni dan budaya. Kali ini Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan “Move With Culture: Gerak Bersama, Merawat Budaya” Jumat, 1 Mei 2026.

Kegiatan ini berlangsung dari kawasan Tugu Yogyakarta – Malioboro – Titik Nol Kilometer. Semakin menarik karena rangkaian kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional.

Kegiatan ini dirancang sebagai gerakan partisipatif yang memadukan aktivitas fisik, edukasi budaya, dan pemanfaatan ruang publik secara positif. Mengusung konsep cultural fun walk, masyarakat diajak untuk tidak hanya berolahraga, tetapi juga mengenal dan merasakan langsung nilai-nilai sejarah dan budaya yang hidup di sepanjang kawasan Malioboro.

Acara dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan registrasi peserta di Hotel 101 Yogyakarta Tugu, dilanjutkan dengan flag off Cultural Fun Walk. Peserta akan berjalan menyusuri kawasan Margo Utomo - Malioboro - Titik Nol Kilometer.

Setibanya di Titik Nol Kilometer, peserta akan disambut dengan berbagai aktivitas menarik seperti flashmob, mini games, serta beragam pertunjukan seni tradisional dan kontemporer, mulai dari reog, jathilan, penampilan sanggar seni, hingga musisi Malioboro yang menjadi bagian dari denyut kehidupan budaya Kota Yogyakarta. Suasana ruang publik diharapkan menjadi lebih hidup, interaktif, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Memasuki siang hingga sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian hiburan dan penampilan spesial, sebelum ditutup dengan Run & Move With Jogja 10K yang mengajak peserta berlari melintasi kawasan ikonik kota.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung hingga pukul 18.00 WIB dan dipusatkan di kawasan Titik Nol Kilometer sebagai simpul ruang publik yang sarat makna historis dan filosofis.

Selain mendorong gaya hidup sehat, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga ruang publik sebagai ruang budaya. Oleh karena itu, peserta didorong untuk mengenakan busana tradisional, yaitu kebaya bagi perempuan dan surjan bagi laki-laki, sebagai bentuk pelestarian sekaligus aktualisasi budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Move With Culture menargetkan partisipasi ratusan peserta dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas budaya, komunitas olahraga, hingga generasi muda. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat identitas Yogyakarta sebagai kota budaya sekaligus menghadirkan ruang publik yang aktif, sehat, dan berdaya guna.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menyampaikan Malioboro adalah ruang publik milik kita bersama, dan itu berarti ada kewajiban bersama untuk menjaganya.

“Kita boleh beraktivitas dan berolahraga, tapi harus diiringi kesadaran menjaga kebersihan dan ketertiban. Melalui Move With Culture, kami ingin membiasakan masyarakat hidup sehat sekaligus disiplin merawat ruang publik, agar Malioboro tetap aman, nyaman, dan berbudaya,” ujarnya, Kamis, 30 April 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....