PERWOSI DIY 2026–2030 Siap Wujudkan Olahraga Inklusif
- 30 Apr 2026 18:34 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pengurus Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) DIY bersama pengurus kabupaten/kota resmi dilantik untuk masa bakti 2026–2030 di Bangsal Kepatihan, Kamis, 30 April 2026. Wakil Gubernur DIY sekaligus Ketua Umum KONI DIY, KGPAA Paku Alam X, menegaskan, pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal komitmen untuk membangun keseimbangan hidup melalui olahraga perempuan.
Dalam perspektif nilai Jawa, Sri Paduka menilai olahraga tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga sebagai upaya merawat diri dan memuliakan martabat manusia. Namun, ia mengakui ruang olahraga masih belum sepenuhnya setara bagi perempuan.
“Namun kita memahami, ruang olahraga belum sepenuhnya setara. Perempuan masih menghadapi keterbatasan akses, kepemimpinan, dan kesejahteraan. Berbagai kebijakan yang telah dirumuskan, perlu terus diperkuat dalam implementasi yang terukur dan berkeadilan, agar manfaatnya nyata,” kata Sri Paduka membacakan sambutan Gubernur DIY.
Ia menekankan bahwa PERWOSI memiliki peran strategis, tidak hanya meningkatkan partisipasi perempuan, tetapi juga menghadirkan keadilan yang nyata dalam dunia olahraga.
“Dalam konteks yang lebih luas, laku ini tidak dapat dijalankan secara sendiri-sendiri. Diperlukan manunggaling daya, sinergi antara PERWOSI dengan pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, dan sektor usaha, agar gerak yang diikhtiarkan tidak parsial, berkelanjutan, dan menghadirkan kemaslahatan bersama,” kata Sri Paduka.
Sri Paduka berharap kepengurusan baru mampu membangun ekosistem olahraga yang inklusif, adil, dan menyejahterakan perempuan.
“Kepada para pengurus terlantik, saya titipkan amanah untuk menghadirkan keadilan, menumbuhkan kesejahteraan, dan memuliakan martabat perempuan. Selamat bekerja dan mengabdi,” ucap Sri Paduka.
Sementara itu, Ketua PERWOSI DIY masa bakti 2026–2030, GKR Hemas, menyampaikan bahwa PERWOSI memiliki posisi penting dalam ekosistem sosial budaya Yogyakarta. Organisasi ini diharapkan mampu menjadi penggerak gaya hidup sehat berbasis komunitas hingga tingkat kelurahan dengan pendekatan nilai lokal.
Ia juga menegaskan peran perempuan sebagai agen perubahan dalam keluarga dan masyarakat, khususnya dalam membangun pola hidup sehat. Dalam pemaparannya, GKR Hemas menyebut sejumlah capaian PERWOSI DIY, mulai dari penguatan kelembagaan hingga tingkat bawah, pengembangan kelompok senam, hingga pembinaan generasi muda melalui berbagai kompetisi olahraga.
“Ketiga, di bidang sumber daya manusia, dalam upaya meningkatkan dan memelihara kesehatan dan kekebalan tubuh, telah dilakukan sosialisasi tentang pencegahan penyakit kanker pada perempuan; sosialisasi tentang kesehatan tulang pada wanita; dan pada tahun 2025 dengan peserta para instruktur senam, telah juga dilakukan sosialisasi tentang BHD atau Bantuan Hidup Dasar, yaitu pertolongan pertama pada seseorang saat terjadi henti detak jantung,” ujar GKR Hemas.
Selain itu, PERWOSI DIY juga aktif menggelar rapat kerja daerah, musyawarah daerah, hingga mengikuti agenda nasional sebagai bagian dari penguatan organisasi.
“Kami menyadari bahwa seluruh capaian ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Daerah DIY khususnya melalui Dinas Pendidikan dan KONI DIY serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan moral maupun material terutama atas terselenggaranya acara ini. Kami berharap kepengurusan baru PERWOSI DIY dan Kabupaten/Kota se-DIY masa bakti 2026-2030 dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan mampu membawa PERWOSI menjadi organisasi perempuan yang semakin relevan dan berdampak luas bagi masyarakat,” kata GKR Hemas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....