Pengawas RA Kota Yogyakarta: Perlakuan di Daycare Little Aresha Tak Manusiawi

  • 28 Apr 2026 13:50 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pengawas Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah Idtidaiyah (MI) Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ratini turut menanggapi kasus dugaan kekerasan yang terjadi di tempat penitipan anak atau Daycare Little Aresha. Ratini menilai tindakan tersebut sangat tidak manusiawi.

“Di sekolah saja dilarang untuk bullying, apalagi ini penitipan anak yang tidak berdaya. Itu sangat tidak manusiawi,” ujar Ratini, Minggu, 26 April 2026.

Ia menegaskan, pengasuh tidak hanya dituntut memiliki kompetensi, tetapi juga jiwa kasih sayang dan kemampuan memperlakukan anak seperti anak sendiri. Kasus ini, katanya, juga menjadi pelajaran penting bagi orang tua dalam mencari tempat penitipan anak.

“Orang tua yang menitipkan kan memang tujuannya tidak hanya titip, tetapi juga ada pendidikan di situ, karena banyak anak nantinya bisa berkembang dan bersosialisasi. Pengasuh juga menjadi perhatian. Bukan saja pintar, kadang pintar saja belum tentu memiliki kasih sayang. Kasus ini saya kira memang menjadi perhatian bagi orang tua, harus lebih jeli dalam menitipkan anaknya,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolresta Yogyakarta, Kombes Polisi Eva Guna Pandia membenarkan terkait foto-foto yang beredar di media sosial yang memperlihatkan balita diikat tangan dan kakinya, serta tidur tanpa baju. Mirisnya, tindakan tak manusiawi tersebut juga diketahui oleh ketua yayasan serta kepala sekolah.

“Jadi secara SOP, hal-hal yang dilakukan itu diketahui dan sepengatahuan daripada ketua yayasan dan kepala sekolah, dan itu selalu dicek setiap hari,” ujar Pandia dalam jumpa pers di Mapolresta Yogyakarta, Senin, 27 April 2026.

Polisi juga mengungkapkan adanya perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak di Daycare Little Aresha, termasuk penggunaan ruangan yang tidak layak. “Jadi perlakuan yang tidak manusiawi itu yang pertama penempatan di dalam suatu ruangan yang overload di mana sirkulasi udaranya sangat minim. Terus perlakuan tadi itu karena mengikat kaki,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....