Tambah Posko di Prambanan, Damkar Sleman Tunggu Kesiapan SDM dan Sarpras

  • 27 Apr 2026 11:45 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Damkar Sleman tengah menyiapkan operasional posko baru di Kapanewon Prambanan. Ini dilakukan untuk melengkapi Posko Beran dan Posko Godean, sehingga penanganan kebakaran bisa lebih optimal.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Gunardi menyebut pihaknya kini tengah menunggu kesiapan personel tambahan dan sarana prasarana. Sebelumnya, sebanyak 47 personel tambahan sudah diajukan ke Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Sleman. Rencananya, sebanyak 28 personel akan dialokasikan ke Posko Prambanan. Sementara, sisanya akan dibagi ke Posko Beran dan Posko Godean. Meski demikian, Gunardi mengatakan sejauh ini BKPP baru menyetujui pengajuan personel tambahan sebanyak 25 orang.

“Sama BKPP kami diizinkan 25 (personel). Kami akan membuat strategi baru, termasuk sistem piket, jam kerjanya itu mungkin nanti akan ada perubahan,” kata Gunardi saat ditemui di Posko Damkar Sleman baru-baru ini.

Dari sisi sarpras, Gunardi mengatakan pihaknya telah melakukan pengadaan satu armada pemadam kebakaran pada 2025 dan 2026. Keduanya akan disiagakan di Posko Prambanan lantaran di dalam satu posko minimal terdapat dua armada. Sementara, pada 2027 Damkar Sleman juga kembali melakukan pengadaan armada dan sarpras lainnya. Meliputi selang, nozel, pompa, hingga baju pemadam kebakaran. Saat ditanya, kapan rencananya Posko Prambanan siap beroperasi, Gunardi menuturkan pihaknya masih menunggu pengadaan SDM, bersamaan dengan rekrutmen PNS pada akhir tahun.

“Ya paling proses-proses rekrutmen PNS itu kan akhir tahun, iya (kemunkinan beroperasi akhir tahun),” ujar Gunardi.

Penyediaan posko damkar tambahan ini turut menjawab kendala yang selama ini dihadapi personel. Komandan Regu 1 Damkar Sleman Bayu Ibrahim mengatakan pihaknya memiliki target maksimal 15 menit dari posko menuju ke lokasi kejadian kebakaran. Terlebih jika harus menjangkau kebakaran yang terjadi di lahan. Sedangkan, Sleman memiliki wilayah luas dan kerap terjadi kepadatan arus lalu lintas pada waktu-waktu tertentu. Kondisi ini menjadikan proses penyelamatan dilakukan lebih dari response time, yakni 15 menit.

“Memang jadi kendala karena kita baru mempunyai dua pos,” ucap Bayu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....