Pemkot Yogyakarta Dorong Anak Muda Ikuti Seleksi Pemuda Pelopor
- 27 Apr 2026 09:58 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta membuka seleksi Pemuda Pelopor Tahun 2026. Pendaftaran masih dibuka hingga 30 April 2026 mendatang.
Ketua Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Disdikpora Kota Yogyakarta, Mugi Suyatno mengatakan, kompetisi ini merupakan ruang aktualisasi ide dan aksi nyata generasi muda, dengan menekankan pada kontribusi langsung bagi masyarakat.
"Tujuannya untuk mengasah kemampuan kompetisi pemuda dan mengukur partisipasi pemuda," ujar Mugi beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kompetisi tahunan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 tentang Kepemudaan, Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2011, serta Peraturan Daerah Kota Yogyakarta. Selain itu, program ini juga selaras dengan Asta Cita Presiden RI dan Hasta Jogja Mulia.
"Ini merupakan program unggulan atau prioritas Wali Kota untuk peningkatan produktivitas dan daya saing. Kami mengambil peran dalam aspek pembinaan kepemudaannya, khususnya di bidang pemuda dan olahraga," kata Mugi.
Seleksi Pemuda Pelopor 2026 mencakup lima bidang, yakni pangan, pendidikan, inovasi teknologi, seni budaya, serta pengelolaan sumber daya alam, lingkungan, dan pariwisata. Dalam pelaksanaannya, Disdikpora turut melibatkan Forum Pemuda Pelopor Kota Yogyakarta (FPPKY), yang terdiri dari alumni dan pemenang Pemuda Pelopor pada tahun-tahun sebelumnya.
Kompetisi ini memperebutkan total hadiah Rp37.500.000 untuk tiga pemenang pada masing-masing bidang. Kompetisi ini terbuka bagi pemuda usia 16-30 tahun yang memiliki KTP Kota Yogyakarta, bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pegawai BUMD/BUMN, serta belum pernah menjuarai seleksi Pemuda Pelopor Tingkat DIY pada bidang yang sama.
Sementara itu, pengurus FPPKY, Pangky Febriantanto mengatakan, ide kreativitas yang diajukan tidak terbatas pada karya fisik saja, tetapi bisa berupa sistem maupun budaya.
"Ide kreativitas atau kepeloporan atau rintisan oleh pemuda maksimal 30 tahun yang memang itu dijadikan karya nyata. Baik itu fisik maupun sistem maupun budaya," ujar Pangky.
Hingga Kamis, 23 April 2026 jumlah pendaftar sudah mencapai 26 orang, yang terdiri dari 13 laki-laki dan 13 perempuan. Rinciaannya, tujuh peserta pada bidang pangan, Sembilan pada bidang pendidikan, empat pada inovasi teknologi, tujuh pada seni budaya, serta tujuh pada pengelolaan sumber daya alam.
"Sudah ada 26 yang mendaftar. Hingga batas akhir 30 April 2026 nanti semoga bisa lebih dari 45 pendaftar agar daya saingnya lebih tinggi lagi," kata Pangky.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....