AHY Sebut Keberlanjutan Lingkungan Jadi Tantangan Abad Ke-21
- 25 Apr 2026 19:07 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menuturkan pentingnya menempatkan isu sustainability atau keberlanjutan lingkungan sebagai prioritas utama dalam pembangunan nasional. Menurutnya, selain mengejar kemakmuran atau prosperity, Indonesia juga harus serius menghadapi tantangan sustainability di abad ke-21.
Dalam sambutannya pada penanaman pohon di koridor hijau ruas jalan tol Prambanan-Purwomartani, Sabtu, 25 April 2026, AHY menyoroti kepentingan nasional tidak lagi hanya berkutat pada ancaman militer atau kedaulatan wilayah, tetapi juga mencakup ancaman ekologis yang semakin nyata. Dia turut mencontohkan, misalnya isu deforestasi, pencemaran lingkungan, hingga meningkatnya emisi karbon yang merupakan tantangan besar yang harus segera ditangani secara serius.
“Survival interest kita hari ini bukan hanya soal pertahanan negara, tetapi bagaimana kita menghadapi ancaman ekologis seperti perubahan iklim, polusi, dan kerusakan lingkungan,” ujar AHY, Sabtu, 25 April 2026.
AHY mengingatkan, upaya menuju net zero emission tidak boleh berhenti pada slogan semata. Diperlukan langkah konkret dan terintegrasi untuk menjawab krisis iklim. Sebab, kondisi ini turut berdampak pada meningkatnya frekuensi bencana alam, mulai dari banjir hingga kebakaran hutan dan lahan.
Di sisi lain, pihaknya turut meluncurkan Gerakan Nasional Pengembangan Ruang Terbuka Hijau dan Biru (RTHB) sebagai turunan dari Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, indah) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah melalui peningkatan kualitas ruang terbuka. Dia menegaskan, pengembangan RTHB bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan nyata yang harus dimulai dari tingkat akar rumput. Ia juga mengingatkan bahwa sesuai amanat undang-undang, setiap kota wajib menyediakan minimal 30 persen ruang terbuka hijau dan biru.
“Ini bukan hal mudah, karena kita juga dihadapkan pada kebutuhan pembangunan lain seperti perumahan, industri, dan ketahanan pangan. Namun, ruang terbuka tetap harus menjadi prioritas,” ucap AHY.
Sebagai solusi, AHY mendorong pemanfaatan ruang milik jalan, termasuk di sepanjang jalan tol untuk ditanami pohon-pohon penyerap karbon seperti trembesi. Langkah ini dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi emisi karbon sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....