Siap Hadapi Perubahan Iklim, Air Hujan di Gemawang Dipanen dan Diolah Berbasis RO
- 20 Jun 2026 19:18 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Sejumlah upaya dilakukan oleh berbagai pihak untuk memastikan kesiapan menghadapi perubahan iklim. Salah satunya diwujudkan dengan panen air hujan dan mata air berbasis teknologi Reverse Osmosis (RO). Ini merupakan inovasi yang dilakukan oleh Pemkab Sleman bekerja sama dengan PT Hutama Karya Persero dengan Yayasan Anak Bangsa dan Sekolah Vokasi UGM.
Melalui pemanfaatan air hujan dan sumber air yang ada di Padukuhan Gemawang, teknologi filtrasi dan RO akan menyaring air hingga menjadi air bersih yang aman dan layak konsumsi bagi warga. Akses air bersih yang memadai ini diharapkan dapat langsung meningkatkan kualitas kesehatan, produktivitas ekonomi, serta kesejahteraan umum masyarakat Gemawang. Bupati Sleman Harda Kiswaya menjelaskan perlu kesadaran kolektif terhadap berubahnya kondisi alam serta adaptasi teknologi yang tepat guna.
"Hari ini kita harus menyadari bahwa sumber daya air di daerah kita, khususnya di Sleman, sudah berubah. Mata air tidak lagi seperti dulu. Namun, hari ini kita semua bisa mewujudkan solusi melalui teknologi RO, sehingga air bersih yang aman bahkan dapat diolah langsung dari air hujan," ujar Harda.
Harda turut mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan PT Hutama Karya (Persero) dan Yayasan Kinarya Anak Bangsa atas kontribusi besar mereka bagi masyarakat Sleman. Harda mengaitkan gerakan ini dengan falsafah Jawa, "Sapa nandur bakal ngundhuh" (siapa menanam akan memetik hasil).
"Ketika kita menanam kepedulian terhadap lingkungan dan menjaga sumber air hari ini, maka yang akan dipetik oleh generasi mendatang adalah keberlanjutan kehidupan dan kesehatan yang lebih baik," ucap Harda.
Dia menambahkan, prinsip dasar pembangunan program ini tidak semata-mata terpaku pada pembangunan fisik sarana dan prasarana saja. Nilai utama yang ingin dicapai adalah keberlanjutan semangat gotong royong dan partisipasi aktif masyarakat dalam merawat fasilitas ini ke depan, agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Sementara, Kepala Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT Hutama Karya Persero Dianita Saraswati, menjelaskan penyaringan air modern ini ditempatkan di RT 04 / RW 05 Padukuhan Gemawang, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati. Keberadaan teknologi filtrasi air ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Pihaknya turut menggelontorkan dana peduli lingkungan dalam mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat. Sekaligus sebagai solusi inovatif menghadapi tantangan perubahan iklim yang membuat ketersediaan air kian sulit diprediksi.
"Program ini terwujud berkat kolaborasi erat lintas sektor antara PT Hutama Karya (Persero), Yayasan Kinarya Anak Bangsa, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), serta Pemerintah Kabupaten Sleman," ujar Dianita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....