Kecelakaan Lalu-Lintas jadi Epidemi Baru di Indonesia
- 23 Apr 2026 15:48 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Insiden kecelakaan lalu lintas di Indonesia terus meningkat sejak lima tahun terakhir. Kejadian itu disebut epidemi baru, meski sering luput dari perhatian masyarakat luas.
Dosen Prodi Teknik Sipil UMY Noor Mahmudah melihat lonjakan tajam kasus lakalantas, terutama pasca pandemi. Masyarakat yang kembali beraktivitas punya resiko tinggi, akibat berbagai perilaku berisiko saat berkendara di jalan raya.
”Sepeda motor menjadi kontributor utama dalam persoalan ini,” katannya, Kamis, 23 April 2026. ”Jumlahnya 76,42 persen dari seluruh insiden kecelakaan di Indonesia.”
Faktor kelelahan atau microsleep menurut Noor Mahmudah, dapat menurunkan kewaspadaan secara drastis. Ditambah penggunaan gawai saat berkendara, yang bukan lagi masalah individual, melainkan sudah menjadi semacam epidemi.
Namun, ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak berhenti pada perilaku pengemudi semata. Kondisi infrastruktur jalan juga menjadi faktor penting yang menentukan.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) misalnya, banyak ruas jalan yang status dan fungsinya telah ditingkatkan menjadi kolektor primer. Tetapi kondisi geometrik fisiknya, masih setara dengan jalan kabupaten.
Akibatnya, risiko kecelakaan tetap tinggi meskipun status jalan telah berubah. Meski sebagian besar jalan fungsinya sudah ditingkatkan, tetapi fisiknya belum mengikuti.
”Cukup banyak titik blind spot dan jarak pandang tidak memenuhi standar,” katanya. ”Sementara kecepatan kendaraan yang melintas cenderung terus meningkat.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....