Perputaran Uang Koperasi Gemah Ripah Tembus Rp10 M per Hari

  • 23 Apr 2026 13:48 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Aktivitas ekonomi di Koperasi Gemah Ripah menunjukkan geliat yang sangat kuat, dengan perputaran uang mencapai Rp5 miliar hingga Rp10 miliar setiap hari. Capaian ini menjadi gambaran nyata kokohnya ekonomi kerakyatan di DIY yang ditopang oleh peran koperasi.

Ketua Koperasi Gemah Ripah, Mafthuhin, mengungkapkan hal tersebut usai bertemu dengan Wakil Gubernur DIY sekaligus pembina koperasi, KGPAA Paku Alam X, di Gedhong Pare Anom, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (20/4/2026). Ia menegaskan bahwa angka tersebut mencerminkan aktivitas riil sektor pangan, bukan sekadar data administratif.

Menurutnya, perhitungan tersebut terlihat dari arus masuk komoditas, seperti jeruk dari Medan yang bernilai sekitar Rp100 juta hingga Rp120 juta per truk. Dalam sehari, pasokan bisa mencapai 20 truk, belum termasuk buah lain seperti semangka, nanas, melon, salak, hingga produk impor yang terus berdatangan sepanjang hari.

Saat musim panen raya, perputaran ekonomi bahkan meningkat signifikan. Meski harga komoditas kerap berfluktuasi, distribusi buah di Pasar Gemah Ripah tetap stabil dan menjadi sumber penghidupan bagi banyak pedagang serta pekerja.

Dalam pertemuan tersebut, Sri Paduka mendorong agar koperasi terus berkembang, tidak hanya dari sisi organisasi, tetapi juga manfaatnya bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya prinsip “merangkul, bukan memukul” dalam menjalankan usaha.

Arahan tersebut dimaknai sebagai komitmen untuk menjaga semangat kolaborasi dan inklusivitas. Koperasi diharapkan mampu mengakomodasi seluruh pelaku usaha, mulai dari pedagang besar hingga pekerja bongkar muat, dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.

Prinsip ini juga menjadi dasar rencana ekspansi koperasi ke wilayah lain di DIY, seperti Kulon Progo dan Gunungkidul. Pengembangan tersebut bukan untuk menguasai pasar, melainkan memberdayakan potensi lokal melalui sistem koperasi yang telah terbukti.

Selain itu, Koperasi Gemah Ripah juga mengembangkan inovasi ramah lingkungan dengan menggandeng Universitas Gadjah Mada. Limbah buah kini dapat diolah menjadi energi listrik, sebagai solusi atas tingginya volume sampah organik di pasar.

Saat ini, limbah seperti semangka, melon, dan buah naga telah diolah sepenuhnya menjadi energi. Listrik yang dihasilkan bahkan digunakan sebagai cadangan ketika aliran PLN terputus, sehingga aktivitas pasar tetap berjalan.

Meski masih menghadapi kendala pada limbah jeruk yang memiliki kadar asam tinggi, penelitian bersama UGM terus dilakukan untuk menyempurnakan proses pengolahan. Upaya ini menunjukkan bahwa koperasi tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

Melalui inovasi dan semangat berbagi, Koperasi Gemah Ripah berupaya menularkan kemandirian ekonomi sekaligus kepedulian lingkungan ke berbagai wilayah di Yogyakarta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....