BNNP DIY Sosialisasikan Program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba Melalui Webina

  • 23 Apr 2026 08:25 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID., Yogyakarta - Badan Narkotika Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (BNNP DIY) melaksanakan Webinar Sosialisasi Program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN), Rabu, 22 April 2026, secara daring dengan melibatkan para pemangku kepentingan pendidikan di wilayah DIY.

Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui jalur pendidikan. Program IKAN menjadi salah satu pendekatan kolaboratif antara BNN dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mengintegrasikan materi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) ke dalam kurikulum satuan pendidikan. Pelaksanaan webinar ini didukung penuh oleh Balai Tekkomdik DIY yang memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan secara virtual, sehingga kegiatan dapat diikuti secara luas oleh peserta dari berbagai satuan pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala BNNP DIY Faried Zulkarnain, SIK dalam sambutannya menegaskan bahwa integrasi pendidikan anti narkoba dalam kurikulum merupakan langkah preventif jangka panjang dalam menciptakan generasi muda yang sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. "Narkoba ini dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia, karena bisa berdampak fisik dan sosial bagi penggunanya, oleh sebab itu diperlukan langkah preventif. IKAN ini merupakan suatu langkah strategis untuk memperkuat peran pendidikan sebagai garda terdepan pebcegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Provinsi DIY secara khusus,'' ucapnya.

Webinar menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, yakni Anggraeni, S.Pd., M.Pd, Pengembang Kurikulum Ahli Muda, yang menyampaikan materi tentang Integrasi Materi P4GN ke Kurikulum Satuan Pendidikan. Dalam paparannya, disampaikan bahwa implementasi IKAN dapat dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler secara terstruktur dan berkelanjutan.

Narasumber dari Deputi Bidang Pencegahan BNN RI Eva Fitri Yuanita, S.Pd., M.Tr.Ap, Penyuluh Narkoba Ahli Madya, memaparkan materi terkait Pendidikan P4GN di Satuan Pendidikan. Ia menekankan pentingnya peran sekolah sebagai lingkungan strategis dalam membangun ketahanan diri peserta didik terhadap ancaman narkoba. "Peredaran gelap narkoba merupakan ancaman nyata, maka dari itu diharapkan pencegahan narkoba bisa dilakukan di satuan pendidikan, karena penyalahgunaan narkoba ini dimulai dari usia 15 tahun,'' katanya.

Kegiatan ini juga diisi dengan sambutan dari Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY sebagai bentuk dukungan lintas sektor dalam implementasi program IKAN di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan untuk peserta kegiatan terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, kepala madrasah, serta guru dari jenjang SD hingga SMA di wilayah DIY. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan pemahaman sekaligus komitmen para pemangku kepentingan pendidikan dalam mengimplementasikan Program IKAN secara optimal di satuan pendidikan. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara BNNP DIY, Dinas Dikpora DIY, dan Kanwil Kementerian Agama DIY dalam mendukung upaya P4GN di bidang pendidikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....