Lepas Ratusan Mahasiswa, 4 Kampus Besar Bakal Garap 10 KKN Tematik di Yogyakarta
- 23 Apr 2026 00:52 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Ratusan mahasiswa dari Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Janabadra resmi dilepas untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di wilayah Kota Yogyakarta. Sebanyak 337 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini akan menjalankan Program KKN tematik, implementasi kolaborasi antara Pemerintah Kota Yogyakarta dengan perguruan tinggi.
Mahasiswa KKN akan menjalankan skema Kampung Tematik, sekaligus mendukung konsep One Village One University. Dalam program ini, Pemkot Yogyakarta mengusung 10 tema besar pengabdian, meliputi tematik sungai, kampung Inggris, olah sampah, pembinaan wirausaha, pendampingan kelompok rentan, kesehatan jiwa, pengembangan RTHP, sekolah lansia, jam belajar masyarakat, hingga program WNA mengajar.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam membangun kesadaran sosial masyarakat, khususnya soal isu lingkungan. Ia menekankan pentingnya rekonstruksi sosial melalui perubahan perilaku masyarakat, mulai dari kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, hingga mengolah sampah
| Baca juga: Stand Up UMY, Ruang Mahasiswa Berekspresi |
“Mahasiswa harus peka terhadap lingkungan. Mereka adalah agen perubahan, anak-anak muda yang mampu mengubah mindset masyarakat, terutama dalam hal kebersihan, pengelolaan sampah, hingga pengurangan food waste,” katanya, saat melepas secara resmi mahasiswa KKN di Halaman Balai kota Yogyakarta, Senin, 20 April 2026.
Hasto menjelaskan, pendekatan One Village One University diharapkan mampu menciptakan kesinambungan program di tingkat kampung. Setiap kampung akan didampingi perguruan tinggi secara berkelanjutan dengan tema yang tidak harus berganti, sehingga dampaknya bisa terukur dan berkelanjutan.
“Supaya satu tema itu terus dikerjakan secara berkesinambungan, tidak putus. Dengan begitu, keberhasilan bisa terlihat nyata,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V DIY, Setyabudi Indartono menekankan, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari program yang dijalankan, tetapi dari respons dan penerimaan masyarakat. Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga etika, meningkatkan kreativitas, serta membangun komunikasi aktif dengan masyarakat agar program yang dijalankan tepat sasaran dan berdampak nyata.
“Kampus harus menjadi solusi bagi masyarakat. Keberhasilan kegiatan ini ditentukan oleh sejauh mana masyarakat merasakan manfaat dan memberikan respons positif,” ujarnya.
Salah satu peserta KKN dari UAD, Dwi Mulyadi, menyampaikan bahwa kelompoknya akan fokus pada pendampingan lansia, khususnya dalam aspek kesehatan mental.
“Kami akan melakukan monitoring kesehatan mental lansia setiap minggu. Selain itu, kami juga fokus pada remaja, terutama dalam persiapan karier, mengingat peningkatan kualitas SDM di Yogyakarta, khususnya generasi Z,” ucapnya.
Melalui kolaborasi lintas kampus ini, diharapkan program KKN tematik mampu memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Yogyakarta sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai motor perubahan sosial di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....