Kerja Bakti Massal Setiap Jumat, 4.500 ASN Pemkot Yogyakarta Bakal Diterjunkan

  • 23 Apr 2026 00:07 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Langkah serius dalam mewujudkan Kota Yogyakarta bersih dan indah terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta. Salah satu langkah nyata dihadirkan dengan memaksimalkan kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melakukan kerja bakti massal.

Lusa, Jumat, 24 April 2026 Wali kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, akan menerjunkan 4.500 ASN untuk kerja bakti membersihkan 150 titik strategis di wilayahnya. Gerakan gotong royong ini juga merupakan bentuk tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat, khususnya imbauan Presiden agar kegiatan kerja bakti atau curving dilakukan secara rutin setiap Jumat pagi.

"Kalau kita ingin bersih-bersih kota secara keseluruhan titik itu tenaga kita terbatas. Kalau kita mau nambah tenaga juga budget kita enggak masuk, sehingga kita lebih menggunakan strategi gotong-royong dan sekaligus melaksanakan arahan presiden untuk curving," katanya, Selasa, 21 April 2026.

Hasto menjelaskan, dalam kerja bakti ini 4.500 ASN akan dibagi dalam sebuah kelompok untuk memastikan kebersihan titik yang menjadi tanggung jawab tim tersebut. Nantinya, setiap tim terdiri dari 30 orang untuk membersihkan berbagai area publik seperti pinggir jalan, lapangan, hingga bantaran sungai yang kerap menjadi titik penumpukan sampah dan pertumbuhan rumput liar.

"Jadi ada 30 orang yang itu membersihkan di satu titik itu terus, titik itu terus saja. Supaya kita bisa evaluasi nanti seperti apa, dan kita kompetisikan antara titik satu dengan titik yang lain, prinsipnya kita melaksanakan curving dengan tersistem," ucapnya.

Dalam pelaksanaannya nanti selain dilakukan evaluasi dan penilaian, juga dilakukan pengawasan oleh koordinator, DLH, Staf Ahli, Kepala OPD. Termasuk sistem absensi koordinat akan dipindahkan sesuai titik tempat melakukan kerja bakti.

"Itu kan keliling ngecek dan dievaluasi kalau tetap ada rumputnya ya enggak ada gunanya. Misalnya oh ini 150 titik kita cek bersih enggak gitu loh," ujarnya.

di berbagai titik strategis di wilayahnya. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat kebersihan lingkungan sekaligus menjawab keterbatasan jumlah tenaga kebersihan yang dimiliki.

Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat memimpin apel sore di Balai Kota Yogyakarta, Senin (20/4/2026).

Menurut Hasto, keterlibatan ASN menjadi solusi konkret untuk menutup keterbatasan petugas kebersihan yang selama ini belum mampu menjangkau seluruh wilayah kota secara optimal. Dengan melibatkan ribuan ASN, diharapkan kebersihan Kota Yogyakarta dapat terjaga secara lebih merata dan berkelanjutan.

Hasto juga akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemantauan. Ia ingin memastikan bahwa seluruh ASN benar-benar menjalankan tugas kerja bakti dengan maksimal, bukan sekadar formalitas.

Dalam pelaksanaannya, para ASN diwajibkan membawa peralatan kerja bakti secara mandiri, seperti sekop, gunting rumput, dan perlengkapan kebersihan lainnya. Hasto menekankan bahwa efektivitas kerja bakti sangat bergantung pada kesiapan alat yang digunakan.

“Percuma kerja bakti kalau hanya datang dengan tangan kosong. Harus bawa alat supaya hasilnya maksimal,” ujarnya, mengungkapkan.

Melalui program ini, Hasto tidak hanya menargetkan peningkatan kebersihan lingkungan, tetapi juga ingin menumbuhkan kembali semangat gotong royong di kalangan ASN. Selain itu, program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....