Lakoni Tugas Berat, Dukungan Keluarga Jadi Kunci Kekuatan Emi

  • 21 Apr 2026 16:21 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Posisi pemimpin kerap kali identik dengan kaum laki-laki. Namun, berkat perjuangan Raden Ajeng Kartini, kini pemimpin yang dijabat oleh seorang perempuan tak lagi tabu. Baik laki-laki ataupun perempuan memiliki ruang dan kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin. Dalam lingkup PT KAI, sebanyak 3 kepala stasiun di wilayah Daop 6 Yogyakarta bahkan dijabat oleh perempuan. Salah satunya adalah Emi Xinanti yang didapuk menjadi Kepala Stasiun Kereta Adi Soemarmo.

Emi bergabung dengan PT KAI sejak 2011. Dia merupakan alumnus Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD). Dia sempat menjalani pendidikan dan berbagai pelatihan hingga akhirnya menjabat sebagai Kepala Stasiun Kereta Adi Soemarmo. Emi menyebut ada tantangan tersendiri baginya bekerja di tengah pekerjaan yang didominasi oleh laki-laki. Menurutnya, perempuan cenderung menggunakan perasaan. Berbeda dari laki-laki yang kebanyakan menggunakan lagika. Dia tak memungkiri, perbedaan ini kerap menimbulkan percikan masalah. Meski demikian, profesionalitas tetap dia junjung tinggi demi memberikan pelayanan dan kinerja yang baik.

“Sebagai perempuan kadang kan baper-baper. Omongan laki-laki kan beda dengan perempuan. Jadi kita harus selalu positif, harus profesional lah kita menjalininya,” ucap Emi saat ditemui di Stasiun Yogyakarta, Selasa, 21 April 2026.

Emi menambahkan, dukungan dari keluarga menjadi hal paling penting yang turut menunjang pekerjaannya. Ibu tiga anak ini mengaku mendapatkan dukungan penuh dari suami dan anaknya. Suaminya pun memberikan dukungan penuh untuk bisa berdedikasi memberikan pelayanan terbaik bagi para penumpang kereta api. Di sisi lain, Emi menyebut jam kerja yang tak menentu juga menjadi tantangan tersendiri baginya. Sebagai seorang pemimpin, dia akan menjadi garda terdepan bagi anak buahnya jika terjadi peristiwa yang berkaitan dengan kereta api.

“Waktu saya tugas di sini (Stasiun Yogyakarta) ada kejadian di sini, ya mau enggak mau dari rumah jam 23.00 langsung tugas ke sini,” katanya.

Meski punya tugas berat sebagai Kepala Stasiun Kereta Adi Soemarmo, tapi Emi tak lupa kodratnya menjadi seorang istri dan seorang ibu. Saat tak ada tugas atau setidaknya seminggu sekali Emi pulang dari Solo menuju Bantul, tempat tinggalnya, menggunakan kendaraan pribadi ataupun kereta api. Mendelegasikan tugas juga menjadi kemampuan yang harus dimiliki Emi agar tak ada hal yang terlewat dalam tugasnya.

Emi berharap bisa menjadi contoh bagi perempuan lainnya untuk terus berkembang dan bisa memutus stigma terkait dengan kepemimpinan perempuan.

“Semoga semakin bertambah perempuan-perempuan yang bisa memberikan contoh bagi perempuan-perempuan lain agar lebih berkembang dan menjadi suri tauladan yang bagus untuk perempuan-perempuan di Indonesia,” kata Emi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....