Pesan Kartini hingga Peduli Bumi dalam Gebyar Ekstrakurikuler SDN Ungaran 1 Yogya

  • 21 Apr 2026 15:20 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Meneladani perjuangan Raden Ajeng Kartini sekaligus mengajarkan pentingnya menjaga bumi, SD Negeri Ungaran 1 Yogyakarta menggelar Gebyar Ekstrakurikuler dan Peringatan Hari Kartini serta Hari Bumi. Kegiatan yang berupa expo ini diantaranya juga mementaskan seni karawitan pelajar yang menjadi salah satu ekstrakurikuler (Ekskul) di salah satu sekolah yang ada di kawasan Kotabaru ini.

Plt Kepala Sekolah SDN Ungaran 1 Yogyakarta, Giyoto mengatakan, Hari Kartini tidak hanya sekadar perayaan tetapi juga mengajarkan tentang keteladanan RA Kartini dalam emansipasi dan kesetaraan gender. Disamping itu, juga mengenalkan ragam baju adat khususnya gagrak Yogyakarta yang ditampilkan dalam fashion show anak-anak.

"Jadi bagaimana kita mengenalkan anak kita, berapa pakaian adatnya, sehingga mereka memiliki kesadaran, tidak malu bahkan bangga berpakaian memakai baju adat kita sendiri," katanya disela acara, Selasa, 21 April 2026.

Melalui peringatan Hari Kartini, SDN Ungaran 1 Yogyakarta juga ingin para siswa mengenal tidak hanya dari keragaman pakaian daerah, tetapi juga sosok Kartini yang memiliki kemandirian, kedisiplinan, dan menghormati, serta menghargai antar sesama. Salah satu langkah sederhana yang dilakukan adalah bertanggung jawab dengan dirinya sendiri, mulai dari membawa tempat makan dan minum sendiri, hingga mencuci tempat makannya.

"Ini menjadikan rutinitas," katanya, menambahkan.

Giyoto menambahkan, untuk Hari Bumi SDN Ungaran 1 Yogyakarta sudah menggelar kampanye menjaga keberlangsungan bumi dengan pawai yang dilaksanakan pada tanggal Jumat, 17 April 2026. Disamping itu juga dilakukan tebar bibit ikan di sungai Code, sekaligus mengenalkan kepada para siswa ikan endemik salah satunya ikan Tawes.

"Ini menjadi hal yang sangat penting, karena melalui kegiatan ini harapannya anak-anak kita, siswa-siswi SD Ungaran 1 dan lulusannya nanti memiliki kesadaran penuh terhadap, bagaimana kita memperlakukan alam sekitar kita, lingkungan kita yang kita tahu sampai saat ini dunia, bumi kita makin tua. Kalau kita tidak melakukan perawatan, tidak melakukan usaha, maka nanti anak cucu kita tidak bisa menikmati betapa mudahnya, indahnya, segarnya udara di sekitar kita saat ini," ucapnya.

Sedangkan untuk ekstrakurikuler di SDN Ungaran 1 Yogyakarta, Giyoto menjelaskan, total ada 23 ekstrakurikuler yang dimiliki, untuk mengasah bakat, passion, serta keterampilan para siswa di luar kegiatan intrakurikuler. Melalui ekstrakurikuler ini sekolah ingin hadir mengakomodir setiap minat dan bakat dari setiap para siswa sehingga dapat berkembang pada saatnya nanti, termasuk berprestasi.

"Jadi 23 ekstrakurikuler pada hari ini kita tampilkan semua, mulai dari ekstra yang mengangkat tema budaya seperti karawitan. Futsal, sepakbola putri, alhamdulilah juga bisa berprestasi bahkan juara satu juga," ujarnya.

Ketua Tim Kerja Kurikulum SD, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta, Santo Mugi Prayitno mengapresiasi expo yang digelar SDN Ungaran 1 Yogyakarta. Menurutnya, Dindikpora selalu mendorong semua kegiatan yang membangun potensi para siswa didik, termasuk salah satunya masalah lingkungan.

Kota Yogyakarta terus berfokus dalam menyelesaikan permasalahan sampah, sehingga dijelaskan Santo Mugi, kegiatan yang dilakukan SDN Ungaran 1 Yogyakarta diharapkan menjadi pembiasaan bagi anak-anak untuk peduli terhadal lingkungan sekitar. Disamping itu, penampilan dari masing-masing ekstrakurikuler dalam Gebyar Ekstrakurikuler ini juga menjadi ruang apresiasi bagi para siswa.

"Ini adalah wujud kepedulian lingkungan sekolah dari kita untuk kita. Sekaligus menjadi ruang bagi anak-anak untuk menampilkan bakatnya dalam kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti," katanya, mengungkapkan.

Siswa SDN Ungaran 1 Yogyakarta mengikuti Fashion show dalam rangka Hari Kartini, Selasa, 21 April 2026. (Foto: RRI/Dyan Parwanto)

Salah satu orang tua siswa Putri Sintia mengharapkan, melalui perayaan Hari Kartini dan Hari Bumi di SDN Ungaran 1 Yogyakarta, menjadi motivasi bagi perempuan-perempuan di Indonesia termasuk di sekolah untuk juga mendapatkan kesetaraan termasuk dalam mengikuti kegiatan sekolah. Keadilan pendidikan adalah pondasi agar anak-anak kita bisa berdiri tegak menantang dunia.

"Berbicara tentang hari Kartini bukanlah sekedar tentang kebaya atau sanggul. Kartini adalah simbol perjuangan agar setiap orang memiliki hak yang sama," katanya.

Putri yang juga Ketua Komite Sekolah SDN Ungaran 1 Yogyakarta juga berpesan kepada seluruh anak-anak, agar menjadi pahlawan lingkungan dimulai dari hal terkecil, yang kadang sering dilupakan atau diabaikan. Seperti mematikan keran air, mematikan listrik yang tidak terpakai.

Hal ini kecil tetapi Putri mengungkapkan, bahwa langkah kecil bisa menjadi suatu perubahan yang besar ketika dilakukan dan menjadi perhatian. Ia juga berharap melalui Gebyar Ekstrakurikuler yang dilakukan SDN Ungaran 1 Yogyakarta semakin mendukung ketrampilan anak-anak di bidang ekstrakurikuler atau non-akademis.

"Saya harap Bapak, Ibu, orang tua, murid semua bisa mendukung potensi-potensi anaknya dengan mendaftarkan ke ekskul-ekskul pilihan sesuai minat dan bakat anaknya," ujarnya.

Adapun selain ekstrakurikuler Karawitan yang ditampilkan sebagai pembuka, dalam Gebyar Ekstrakurikuler dan peringatan Hari Kartini serta Hari Bumi juga ditampilkan ekskul Renang, E-Coding, Keyboard, Senam, Lukis, Vokal, Bulutangkis, Robotik, Gitar, Futsal, Atletik, Matematika, Paduan Suara, Basket, Tari, Pencak Silat, Catur, Sains IPA, Voli, Karate, dan Drum.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....