Karang Taruna DIY Satukan Energi Lewat Rakerda di Kulon Progo
- 18 Apr 2026 17:35 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo – Karang Taruna Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar kegiatan Syawalan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026, di Omah Penthoel, Pengasih, Kulon Progo, pada Sabtu (18/3). Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus Karang Taruna dari tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten. Fokus utama meningkatkan partisipasi pemuda dalam pembangunan daerah.
Koordinator Pelaksana Kegiatan, Ngudi Prasetiyo, menjelaskan, agenda tersebut terbagi menjadi dua acara utama, yakni Syawalan sebagai ajang silaturahmi dan Rakerda yang bersifat internal.
"Untuk Syawalan ini rangkaiannya ada seremoni acara, ikrar, tausiyah, hingga talkshow atau bincang bersama teman-teman Karang Taruna se-DIY. Sementara Rakerda dilaksanakan setelah Zuhur untuk memutuskan program kerja satu tahun ke depan," ujarnya.
Dalam Rakerda tersebut, Karang Taruna DIY menitikberatkan pada sejumlah program, salah satunya Pekan Inovasi Sosial yang menjadi wadah untuk menggali potensi anggota Karang Taruna sebagai inovator atau pelopor di masyarakat. Selain itu, ada agenda rutin Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) yang puncaknya dilaksanakan setiap bulan September bertepatan dengan hari ulang tahun organisasi.
Menurutnya, dalam Syawalan tahun ini digelar talkshow bertajuk “Local Pride Global Vibe: Bikin Tempat Wisata Nge-hits Jalur Pemuda”. Tema ini diangkat untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai besarnya potensi lokal, khususnya di wilayah Kulon Progo.
Ia menjelaskan, peran pemuda sangat krusial dalam mengelola objek wisata maupun UMKM desa. Menurutnya, banyak penggerak destinasi wisata, Desa Wisata, maupun BUMDes saat ini sebenarnya adalah kader Karang Taruna di tingkat kelurahan.
"Harapannya, teman-benar pemuda bisa lebih banyak berperan aktif dalam menggali dan mengembangkan potensi desa, baik di sektor pariwisata maupun penguatan produk UMKM. Hal ini selaras dengan program inovator yang sedang kami kembangkan di Karang Taruna DIY," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Karang Taruna DIY berharap para pemuda dapat mengambil peran strategis untuk memajukan daerah dengan pendekatan yang lebih kekinian dan inovatif.
Menyatukan energi
Ketua Karang Taruna DIY, GKR Hayu mengatakan, momentum Syawalan bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan ruang penting untuk menyatukan kembali energi gerakan Karang Taruna dalam suasana solidaritas. Perlu perubahan paradigma dalam penyusunan program kerja organisasi ke depan.
"Kita tidak bisa lagi program itu hanya berbasis kegiatan, tapi harus berbasis pemberdayaan. Harapannya, kegiatan tidak dilihat dari apa saja yang sudah kita lakukan, tapi apa dampaknya bagi penerima manfaat," ujarnya.
GKR Hayu menuturkan, kehadiran jajaran Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) dalam agenda tersebut menjadi energi baru untuk memperkuat sinergi antara pusat dan daerah, khususnya dalam mengembangkan gerakan sosial yang lebih progresif dan berkelanjutan.
Dipilihnya Kulon Progo sebagai tuan rumah pun disebut sebagai contoh nyata keberhasilan pengembangan potensi lokal. Kulon Progo dinilao sukses mengolah potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi dan identitas daerah, yang dapat menjadi inspirasi bagi pemuda dalam membangun pariwisata berbasis masyarakat.
Melalui Rakerda ini, GKR Hayu berharap Karang Taruna DIY dapat melahirkan inisiatif kreatif yang selaras dengan semangat "Local Pride, Global Vibe".
"Kami berharap terjadi konsolidasi yang kuat serta tersusunnya program yang berorientasi pada keberlanjutan dan dampak nyata melalui sinergi lintas sektor," ucapnya.
Perwakilan Pengurus Nasional Karang Taruna, Ahmad Bahtiar Sebayang, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Syawalan yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Ia mengungkapkan bahwa Karang Taruna DIY menjadi salah satu barometer gerakan Karang Taruna di tingkat nasional karena konsistensinya dalam melahirkan inovasi-inovasi baru.
Ahmad menilai Karang Taruna DIY telah mengambil langkah nyata dalam mewujudkan visi tersebut melalui pengembangan potensi lokal.
"Kami melihat Karang Taruna DIY sudah memulai itu. Potensi-potensi lokal yang ada di setiap desa dan kelurahan sudah mulai dikembangkan oleh teman-teman di sini," ujarnya.
Ahmad berharap agar Karang Taruna DIY tetap konsisten melakukan pembinaan kepada generasi muda, khususnya dalam bidang kesejahteraan sosial dan ekonomi kreatif. Sinergi antara organisasi dengan Pemerintah Daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, diharapkan terus terjaga dengan harmonis.
"Karang Taruna adalah mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan persoalan-persoalan sosial di masyarakat. Oleh karena itu, sinergi yang baik sangat diperlukan," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....