Menumbuhkan Semangat Berbagi untuk Sesama
- 17 Apr 2026 21:27 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Agama Islam sejatinya mengatur dua hal. Pertama, mengatur bagaimana manusia membangun relasi yang harmonis dengan Tuhannya yang disebut hablu minallah. Kedua, agama Islam mengajarkan umatnya agar menjaga relasi yang harmonis dengan sesama bahkan juga dengan alam. Sering disebut hablum minannas. Hal ini diungkapkan Ustad H. Abdul Halim selaku Ketua 1 Baznas Kota Yogyakarta dan Wakil Ketua MUI Kota Yogyakarta dalam Mutiara Pagi Pro 1 Jum’at, 17 April 2026.
Membangun relasi dengan manusia atau hablum minannas, salah satu caranya adalah dengan berbagi. Allah menciptakan kondisi setiap manusia tidak sama. Ada yang berlebih dalam hal harta tetapi ada yang kekurangan harta.
Islam menganjurkan umatnya untuk berbuat baik, dengan berbagi kepada sesama. Berbagi disebut juga berinfak. Ada dua hal dalam berinfaq. Pertama yang wajib disebut zakat. Kedua adalah sunah sedekah. Allah mengingatkan hamba-Nya untuk senantiasa berbagi karena sejatinya Allah menciptakan manusia itu sudah dihitung.
Abdul Halim menambahkan dalam Alqur’an disebutkan “belum memperoleh kebajikan yang sempurna sebelum menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai.” Terkadang manusia berpikir ketika longgar atau ada harta lebih baru berinfaq.
Padahal dalam Alqur’an disebutkan : Allazina yunfiquna. Jadi orang-orang yang mulia itu adalah orang-orang yang mau berbagi pada waktu longgar dan pada waktu sempit. Pada waktu berkecukupan maupun pada dalam keadaan pas-pasan.
Dalam kehidupan manusia hanya ada dua pilihan. Pertama menolong atau yang kedua ditolong. Sebuah ayat mengatakan : wa ta'awanu ala birri wa ta'awanu takwa. Saling membantulah. Saling berbagilah dalam perbuatan kebaikan dan takwa. Jadi sekuat apapun manusia sejatinya tetap butuh pertolongan orang lain.
Tetapi sebaliknya selemah apapun, pastikan bahwa ada celah untuk menolong orang lain. Semuanya hanya silih berganti. Hari ini berbuat memberi, besok akan menerima. Hari ini menerima, besok akan memberi.
Sebagai penutup Mutiara Pagi, Abdul Halim menambahkan tidak ada kesusahan jika manusia saling berbagi. Karena Allah sudah menyiapkan porsinya cukup untuk dibagi bersama. Menumbuhkan semangat berbagi dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Dengan berbagi manusia akan merasakan kebahagiaan di dunia dan akhirat nantinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....