Hampir Semua Sumur di Kota Yogyakarta Tercemar E-Coli
- 15 Apr 2026 17:55 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta mencatat hampir semua sumur di Kota Yogyakarta tercemar oleh bakteri Escherichia Coli atau E-Coli. Ketua Tim Kerja Pengawas Lingkungan Hidup DLH Kota Yogyakarta Intan Dewani menjelaskan dari 700 sumur air tanah yang diambil sampelnya pada 2024 hingga 2025 lalu, sebanyak 99 persen diantaranya mengandung cemaran bakteri E-Coli yang melampaui baku mutu. Selain itu, sebanyak 80 persen sumur tercemar oleh kandungan nitrat.
Intan menjelaskan tingginya cemaran bakteri E-Coli salah satunya disebabkan oleh kondisi saptic tank yang terlalu berdekatan. Padahal Intan menyebut, standar jarak aman antar septic tank minimal 10-11 meter. Namun, pada kenyataannya jarak septic tank kurang dari 10 meter lantaran padatnya pemukiman penduduk di Kota Yogyakarta.
“Saat septik tank-nya sudah jenuh, kemudian luapannya masuk ke resapan, resapannya itu kan meresap ke air tanah sekelilingnya. Itu yang menjadi kendala mengapa bakteri E-Coli nya menyebar,” ujar Intan saat ditemui di Kantor DLH Kota Yogyakarta, Selasa, 14 April 2026.
Intan menambahkan, salah satu upaya yang dilakukan untuk menanggulangi pencemaran air tanah yang semakin parah adalah dengan menyambungkan septic tank pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal yang tersambung hingga Kabupaten Sewon, Bantul. Ini bisa meminimalkan resapan air limbah ke tanah.
“Kalau IPAL dari Dinas PUPKP sudah banyak membangun, baik itu yang model lama dan sekarang sepertinya ada yang model baru,” ucap Intan.
Meski hampir semuanya tercemar, tapi Intan menyebut sebagian warga Kota Yogyakarta masih mengandalkan air sumur untuk kebutuhan mencuci hingga memasak. Sebagian lainnya memilih untuk berlangganan PDAM. Intan menjelaskan, kandungan bakteri E-Coli pada air akan hilang melalui proses perebusan. Namun, proses perebusan ini tidak menghilangkan kandungan cemaran nitrat dalam air.
“Nitrat itu kan lebih sulit dinetralkan, tidak seperti E-Coli yang direbus selesai. Jadi harus ada treatment yang lain,” kata Intan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....