Ganja dan Sabu Marak Dikonsumsi, Sering Dijual dalam Bentuk Paket Hemat
- 15 Apr 2026 08:49 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Kepala Subbagian Umum Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman Dayu Purnama menuturkan ganja dan sabu menjadi produk narkotika yang paling kerap digunakan di Sleman. Menurutnya, baik ganja maupun sabu menjadi barang yang mudah ditemukan.
Dayu menambahkan, sejatinya ganja dan sabu dibanderol dengan harga yang cukup mahal. Namun, para pengedar semakin mempermudah pembeli dengan menyediakan paket hemat.
“Misalkan satu gram sabu harganya Rp 1,4 juta. Itu dikemas dalam plastik klip nol koma sekian gram. Itu nanti dijual dengan harga yang lebih ekonomis,” ucap Dayu saat ditemui di Kantor BNNK Sleman, Rabu, 15 April 2026.
Dayu mengatakan, peredaran narkotika paling banyak menyasar pada kalangan usia produktif, termasuk mahasiswa. Berdasarkan catatan BNNK Sleman, araknya modus penjualan narkotika dengan paket hemat ini juga menjadikan para pekerja informal seperti sopir lebih mudah dalam mengakses narkoba.
Di sisi lain, Dayu mengatakan setidaknya ada tiga jenis narkotika yang memiliki efek yang berbeda. Misalnya, narkotika jenis stimulan seperti sabu dan ekstasi yang memberikan efek rangsangan pada susunan saraf otak, sehingga penggunanya merasa lebih berenergi.
Lalu, ada pula narkotika jenis halusinogen seperti ganja yang menjadikan penggunanya bisa merasakan halusinasi. Kemudian, ada pula jenis narkotika depresan seperti morfin yang memberikan efek menenangkan pada penggunanya.
“Yang paling banyak digunakan di DIY ini adalah sabu dan ganja,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....