Hari Bapak Pramuka Indonesia di Yogyakarta Dimeriahkan Puluhan Filatelis

  • 13 Apr 2026 08:03 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Dalam rangka memperingati Hari Filateli Nasional sekaligus Hari Bapak Pramuka Indonesia tahun 2026, Kantor Pos Besar Yogyakarta berkolaborasi dengan Pengurus Daerah Perkumpulan Filateli Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PD PFI DIY) menggelar workshop filateli pada Minggu, 12 April 2026.

Suasana di Kantor Pos Besar Yogyakarta hari itu tampak berbeda. Sebanyak 36 peserta yang terdiri dari Pewarta Istimewa hingga perwakilan Dewan Kerja Cabang (DKC) se-DIY berkumpul untuk merawat kembali tradisi filateli di tengah gempuran era digital. Acara ini menjadi ruang temu bagi generasi muda Pramuka untuk mengenal lebih dalam "permata" sejarah yang tertuang dalam kepingan prangko.

Wakil Ketua PD PFI DIY, Kak R.A. Siti Khamaroel Noordaradjati, membuka cakrawala peserta dengan menelusuri jejak sejarah filateli. Menurutnya, filateli telah berevolusi melampaui batas-batas kelas sosial.

"Dahulu, filateli adalah hobi para raja. Persuratan hanya dilakukan oleh mereka yang melek huruf, yang pada saat itu terbatas pada kalangan pelajar. Namun saat ini, filateli bukan sekadar hobi raja, tapi untuk kita semua sebagai sarana berbagi pengetahuan dan kontribusi bagi Pramuka," kata Kak R.A. Siti Khamaroel Noordaradjati.

Kepala Kantor Pos Besar Yogyakarta, Pak Jo, menyambut hangat kolaborasi ini sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga budaya literasi. Baginya, Kantor Pos bukan sekadar gedung layanan jasa, melainkan penjaga gerbang sejarah.

"Kantor Pos Yogyakarta harus mengambil peran dalam memfasilitasi kegiatan seperti ini. Kami menyediakan ruang bagi siapa saja yang ingin mengenal filateli. Ini adalah upaya kita melestarikan budaya menulis dan prangko sebagai perekam sejarah," ujar Pak Jo.

Senada dengan itu, Kak Drs. Edy Heri Suasana, M.Pd., selaku Wakil Ketua Kwarda DIY, melihat ada dimensi pendidikan karakter yang kuat di balik hobi mengoleksi prangko ini. Ia berharap para peserta mampu menyerap ilmu ini untuk membentuk jati diri sebagai filatelis masa kini.

"Harapannya, kakak-kakak bisa memanfaatkan ilmu ini untuk menjadi filatelis. Melalui filatelisme, kita tidak hanya mengenalkan Pramuka ke khalayak luas, tetapi juga membentuk karakter generasi penerus," ujarnya.

Sentuhan emosional juga diberikan oleh Kak Aria Nugrahadi, S.T., M.Eng., Ketua Majelis Pembimbing Daerah Harian Gerakan Pramuka DIY. Ia mengajak para peserta untuk melihat prangko sebagai media pengabadi memori fisik yang tak lekang oleh waktu.

"Memori bisa diabadikan melalui prangko, kartu pos, dan amplop. Tantangan kita bersama adalah bagaimana mengenalkan nilai-nilai tersebut kepada generasi penerus melalui serangkaian kegiatan kreatif," kata Kak Aria.

Tak hanya berkutat dengan teori, antusiasme peserta memuncak saat mereka diajak melakukan praktik langsung membuat kartu pos. Di sudut lain, sebuah mini pameran filateli pramuka turut memanjakan mata. Lewat tur singkat ini, peserta diajak menyelami kepingan benda pos bersejarah yang membuktikan bahwa setiap prangko memang menyimpan narasi tersendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....