BPBD Sleman Siapkan Mitigasi Hadapi Potensi Kemarau Panjang
- 10 Apr 2026 22:56 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman mulai menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi kemarau panjang yang diprediksi berlangsung lebih panjang dan lebih kering di tahun 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Raden Haris Martapa, mengatakan upaya mitigasi dilakukan secara komprehensif melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Pihaknya telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan hingga potensi kebakaran saat musim kemarau.
“Ketika kami memitigasi, harus secara komprehensif pendekatannya. Sehingga ini kami sedang siapkan nanti untuk koordinasi lintas OPD,” ucapnya saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Haris memperkirakan wilayah yang rawan kekurangan air bersih berada di Kapanewon Turi, Tempel, Minggir, sebagian Moyudan, dan Seyegan. Jika sumber air tidak mencukupi akibat kekeringan, pemerintah menyiapkan skema distribusi atau dropping air bersih bagi masyarakat.
Selain itu, BPBD juga mengantisipasi dampak kemarau terhadap sektor pertanian. Penurunan debit air Selokan Mataram diperkirakan dapat memengaruhi lahan pertanian di wilayah Sleman Barat dan Sleman Tengah.
“Kami hibau juga Dinas Pertanian, misalnya nanti akan memilihkan varietas-varietas yang tahan air,” ujar Haris.
Haris menambahkan, kemarau panjang turut meningkatkan risiko kebakaran lahan dan permukiman akibat suhu panas yang tinggi. Dengan demikian, Haris menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat melalui edukasi kebencanaan dan mengedepankan tindakan daururat dan sosial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....