JKN Mengcover Tindakan Cuci Darah

  • 10 Apr 2026 09:57 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Sepuluh tahun terakhir Siti Rochmatin menjalani prosedur hemodialisa atau cuci darah. Setidaknya seribu kali sudah mesin dialyzer membantu proses penyaringan darah dan menggantikan fungsi ginjalnya yang menurun.

Siti tidak bisa mengelak, prosedur itu yang akan membantu hidupnya. Semua bermula dari hipertensi yang tidak ia sadari. Ia tak menyangka rasa lemas dan bengkak di tubuhnya menjadi gejala awal gagal ginjal.

“Dua kali seminggu rutin cuci darah, sudah kurang lebih sepuluh tahun berjalan. Awalnya cuma seperti lemas, terus bengkak, tidak dicek saat itu. Tiba-tiba darah tinggi sampai 160 dan tiba-tiba gagal ginjal,” kata Siti, Senin 7 April 2026, kepada JKN.

Di balik kondisi kesehatannya, ada hal lain yang menganggu pikiran Siti dan keluarga. Cuci darah adalah salah satu prosedur medis berbiaya tinggi yang harus dijalani pasien dalam jangka waktu panjang atau bahkan seumur hidup.

Namun kegelisahan Siti akhirnya sirna, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat menanggung biaya cuci darah Siti sepenuhnya. “Mungkin tidak akan sampai di titik ini kalau tidak pakai JKN. Tidak mungkin saya cuci darah, sudah sepuluh tahun lamanya, satu minggu dua kali, mau keluar biaya berapa. Saya bersyukur sekali ada Program JKN,” kata Siti.

Siti bisa bernafas lega karena semua layanan yang ia akses sudah ditanggung JKN. Dukungan keluarga menjadi penyemangat untuk terus sehat dan bertahan. Ia dan suami tidak bisa membayangkan jika harus menanggung biaya cuci darah ini sendiri. Kini ia menjalani pengobatan dengan ringan tanpa beban biaya.

“Pernah dulu pakai biaya sendiri, sekitar 700 ribu. Sekarang kurang tahu berapa biayanya, karena semua sudah pakai JKN. Rasanya lebih ringan dibanding dulu karena tidak mengeluarkan biaya banyak. Tidak pernah ada biaya tambahan juga, semua dijamin,” kata Siti.

Karena rutinnya ia datang untuk cuci darah, tenaga kesehatan hingga pasien seperjuangan sudah terasa seperti keluarga sendiri. Siti semakin lega karena tenaga kesehatan yang bertugas memberikan layanan yang baik tanpa membeda-bedakan pasien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....