Perputaran Uang Tembus Rp 637,8 M di tengah Penurunan Jumlah Wisatawan
- 03 Apr 2026 14:00 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mencatat adanya penurunan jumlah kunjungan wisatawan selama periode libur lebaran 2026. Meski demikian, perputaran ekonomi dari sektor pariwisata tetap menunjukkan angka yang signifikan.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto menjelaskan total kunjungan wisatawan mencapai 502.267 orang pada periode 14-29 Maret 2026. Angka ini menurun sekitar 9,57 persen dibandingkan periode lebaran 2025 yang mencapai 556.033 kunjungan.
Menurut Kus, ada sejumlah alasan yang menjadi penyebab turunnya jumlah wisatawan di Sleman selama libur lebaran 2026. Salah satunya berkaitan dengan melemahnya ekonomi belakangan ini. Ditambah lagi, mobilitas yang rendah akibat sebagian karyawan swasta yang belum menerima gaji pada momentum lebaran. Lalu, pada momentum mendekati lebaran itu masyarakat cenderung menyiapkan kebutuhan sekolah lantaran April sudah dimulai aktivitas pendaftaran kuliah.
“Kemudian ditambah bahwa sebelumnya pada awal Januari itu kan banyak libur panjang dan kemungkinan sudah banyak yang masuk ke sini (Sleman) sehingga kemungkinan (kunjungan wisatawan) tidak akan sebesar pada waktu bulan Januari kemarin,” kata Kus.
Kus menambahkan, kunjungan wisatawan nusantara masih mendominasi dengan persentase mencapai 99,22 persen. Mayoritas wisatawan datang dari wilayah Jawa Tengah dan DIY sebesar 35,6 persen, diikuti Jawa Timur 32,4 persen, serta Jabodetabek dan Banten sebesar 27,5 persen. Sementara wisatawan mancanegara hanya menyumbang sekitar 0,78 persen dari total kunjungan selama periode lebaran.
Di sisi lain, destinasi wisata berbasis budaya dan alam masih menjadi primadona bagi wisatawan. Kawasan Candi Prambanan menjadi destinasi paling banyak dikunjungi dengan persentase 27,47 persen, disusul kawasan Kaliadem 19,48 persen dan Kaliurang 15,68 persen.
Selain dari sisi jumlah wisatawan, penurunan juga terjadi pada retribusi lebaran yang pada tahun lalu mencapai Rp 330,9 juta. Pada tahun ini turun sebesar 18,04 persen menjadi Rp 271,2 juta. Meski jumlah kunjungan menurun, rata-rata lama tinggal wisatawan tercatat mencapai 2,25 hari. Sementara itu, rata-rata belanja wisatawan mencapai Rp563.759 per orang selama kunjungan.
“Dari sisi ekonomi, total perputaran uang selama periode lebaran 2026 mencapai Rp 637,8 miliar,” jelas Kus.
Kus Endarto menambahkan, sektor kuliner menjadi penyumbang belanja terbesar wisatawan dengan persentase 29,5 persen, diikuti akomodasi 25,4 persen, transportasi 20,3 persen, serta oleh-oleh 15,6 persen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....