Maria Rela Berangkat Pagi Demi Ikuti Kirab Perayaan HUT ke-80 Sri Sultan

  • 02 Apr 2026 17:09 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Di antara ribuan masyarakat yang memadati Kawasan Malioboro hingga Keraton Yogyakarta Warga Ambarketawang yang berusia 74 ahun rela menempuh perjalanan sejak pukul 06.30 WIB demi bisa menyaksikan Kirab Peringatan Hari Ulang Tahun Ke- 80 Sri Sultan HB X. Maria Parjilah Sucipto atau kerap disapa Maria mengaku berangkat bersama rekannya menggunakan Bus TransJogja.

Suasana khas Jawa tampak kental dengan hiasan janur kuning yang menghiasi Malioboro, Titik Nol Kilometer, Alun Alun Utara hingga Keraton Yogyakarta. Bagi maria, kirab ini bukan sekedar menjadi tontonan, melainkan media untuk memahami kekayaan budaya.

Lebih Lanjut, Warga Ambarketawang, Maria Parjilah Sucipto menyebutkan meski harus menempuh perjalanan yang tidak singkat dan dalam kondisi sudah memasuki usia senja ia tetap merasa antusias. Baginya, kesempatan ini istimewa karena bisa menyaksikan secara langsung gunungan hasil bumi.

“Senang rasanya sebagai orang tua bisa melihat langsung. Dan baru kali ini saya menonton kirab seperti ini,” kata Maria.

Dalam kirab tersebut, sebanyak 438 kalurahan yang ada di Daerah istimewa Yogyakarta yang melibatkan 12.000 pamong dan warga membawa hasil bumi yang akan diserahkan kepada Sri Sultan HB X. Kirab tersebut sebagai bentuk mangabagya (syukuran) dan penghormatan kepada Sri Sultan HB X

Lurah Karangwuni, Kabupaten Kulon Progo, Anwar Musadad, menyebutkan bahwa sebagai perwujudan dari pertanian dan lahan yang sangat maju di kulon progo, masyarakat kemudian memberikan hadiah hasil bumi kepada Sri Sultan HB X. Hasil bumi yang diberikan berupa sayur, cabai, kacang kacangan dan wortel.

“Itu adalah perwujudan dari wilayah kami hasil bumi yang bisa kita bawa untuk hadiah kepada Ngarsa Dalem pada yuswo ke – 80. Karena pada pada prinsipnya kita ada kesempatan kali ini memang karena rasa cinta kita dan terima kasih kepada Ngarsa Dalem,”kata Anwar.

Dalam momentum ini, anwar berharap di usia Sri Sultan yang mengijak usia ke – 80 ini, Ngarsa Dalem tetap bisa mengayomi masyarakat di wilayah Ngayogyakarta supaya dapat hidup ayem tentrem. Kemudian apabila hidup dalam keadaan ayem tentrem dari segi pangan terutama di kalurahan merasa tercukupi. (Victorio Firsta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....