Pemkab Bantul Prioritaskan Urusan Wajib dan Dasar di tengah Gejolak Geopolitik

  • 02 Apr 2026 10:44 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Konflik yang terjadi di timur tengah saat ini, berimbas pada kemampuan anggaran hingga di tingkat daerah. Pemerintah daerah pun dituntut untuk menciptakan strategi yang optimal agar kesejahteraan masyarakat tetap menjadi hal utama.

Merespons fenomena tersebut, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan jika hal yang perlu dilakukan adalah kembali pada sektor wajib dan dasar. Menurutnya, dua sektor yang paling krusial saat ini adalah pendidikan dan kesehatan.

“Pendidikan harus jalan. Layanan pendidikan tidak boleh berhenti. Begitu pula layanan kesehatan mulai dari puskesmas hingga rumah sakit harus tetap beroperasi. Keduanya tidak boleh dikurangi kualitasnya,” ucapnya, Kamis, 2 April 2026.

Selanjutnya, Halim juga menekankan agar pembangunan infrastruktur tetap dijalankan. Sebab, mobilitas dan aktivitas masyarakat sangat tergantung dengan kondisi insfrastruktur yang ada.

“Jalan-jalan harus tetap kita bangun, tidak boleh ada jalan berlubang. Jembatan harus kita perbaiki. Pembangunan bangket, talud, dan irigasi ini menjadi prioritas,” ujarnya.

Halim menambahkan, pihaknya juga menaruh perhatian khusus terhadap kondisi masyarakat. Ketentraman dan ketertiban lingkungan menurutnya harus tetap dijamin.

“Tidak boleh aktivitas untuk mengupayakan ketentraman dan ketertiban itu turun akibat tekanan fiskal,” katanya.

Selain itu, Bupati juga menyoroti masalah sosial yang dimungkinkan terjadi. Pasalnya, konflik geopolitik juga memiliki imbas terhadap perekonomian masyarakat termasuk di sektor kerajinan.

“Akibat perang, ekspor kerajinan Bantul itu menurun. Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (JIFFINA) yang biasanya dihadiri oleh pembeli dari Eropa dan Amerika, kemarin itu sepi. Kami mengkhawatirkan ada perumahan karyawan dan nani mengakibatkan masalah sosial,” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memahami kondisi terkini dan berfokus pada sektor wajib dan dasar. Langkah tersebut agar kelangsungan hajat hidup masyarakat bisa terjamin selama konflik masih berlangsung.

“Kondisi darurat ini, saya minta semuanya untuk tegak lurus terhadap kebijakan ini sehingga Insyaallah kita akan melalui hari-hari sulit yang berat ini dengan selamat dan sentosa,” kata Halim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....