Gua Selarong, Saksi Sunyi Perjuangan Diponegoro di Bantul

  • 31 Mar 2026 17:41 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul — Udara sejuk langsung menyapa saat menaiki anak tangga di kawasan perbukitan kapur Guwosari, Kapanewon Pajangan. Pepohonan yang rindang, gemericik air, serta panorama alam yang asri menyambut setiap pengunjung di Gua Selarong, destinasi wisata sejarah yang menyimpan jejak penting perjuangan Pangeran Diponegoro.

Gua Selarong dikenal sebagai salah satu basis pertahanan Pangeran Diponegoro pada masa Perang Jawa (1825–1830). Setelah kediamannya di Tegalrejo dibakar oleh Belanda, kawasan ini menjadi tempat berlindung sekaligus menyusun strategi perang gerilya. Dari lokasi yang tersembunyi inilah, perlawanan terhadap kolonialisme terus dilakukan.

Di kawasan tersebut terdapat dua gua utama yang menjadi daya tarik, yakni Gua Kakung dan Gua Putri. Gua Kakung terletak di bagian barat dan diyakini sebagai tempat beristirahat Pangeran Diponegoro. Di dalamnya terdapat ruang-ruang sederhana yang dipahat di batu karang, termasuk bagian yang dipercaya sebagai tempat semadi.

Sementara itu, Gua Putri yang berjarak sekitar 50 meter dari Gua Kakung memiliki bentuk yang lebih panjang dan terbentuk secara alami. Gua ini dahulu menjadi tempat tinggal Raden Ayu Ratnaningsih yang setia mendampingi Pangeran Diponegoro. Struktur batu kapur, akar pepohonan, serta pencahayaan alami memberikan pengalaman unik bagi pengunjung.

Tak hanya menyuguhkan nilai sejarah, Gua Selarong juga menawarkan keindahan alam berupa air terjun kecil serta sumber mata air atau sendang yang menambah kesejukan kawasan. Perpaduan antara unsur sejarah dan alam menjadikan lokasi ini sebagai destinasi wisata yang edukatif sekaligus rekreatif.

Kehidupan budaya masyarakat sekitar turut memperkaya daya tarik kawasan ini. Setiap tahun digelar Garebeg Selarong, yakni kirab hasil bumi sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus penghormatan terhadap perjuangan Pangeran Diponegoro.

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melalui Dana Keistimewaan (Danais) terus mengembangkan kawasan Gua Selarong. Berbagai fasilitas telah disediakan untuk menunjang kenyamanan pengunjung, seperti area parkir, musala, toilet, taman bermain, hingga warung makan.

Dengan harga tiket masuk yang terjangkau, sekitar Rp6.000, Gua Selarong terbuka bagi masyarakat luas. Tempat ini tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran sejarah yang mudah diakses.

Gua Selarong kini menjadi pengingat bahwa perjuangan besar bisa lahir dari tempat yang sederhana. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, kawasan ini diharapkan terus berperan dalam pelestarian sejarah sekaligus pengembangan pariwisata di DIY.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....