Program Istana untuk Rakyat, Gedung Agung Dibuka Gratis

  • 09 Jul 2026 19:00 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Di kawasan Malioboro yang selalu ramai wisatawan, berdiri salah satu bangunan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan Republik Indonesia. Melalui program ISTURA (Istana untuk Rakyat), Gedung Agung atau Istana Kepresidenan Yogyakarta kini membuka akses kunjungan gratis bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat sejarah bangsa sekaligus menikmati koleksi seni bernilai tinggi.

Gedung Agung merupakan satu dari enam Istana Kepresidenan Republik Indonesia. Bangunan ini memiliki peran penting dalam sejarah nasional karena pernah menjadi tempat Presiden Soekarno menjalankan pemerintahan saat Yogyakarta menjadi Ibu Kota Republik Indonesia pada periode 1946–1949.

Selain menyimpan nilai historis, Gedung Agung juga menawarkan pesona arsitektur bergaya Eropa yang telah berdiri sejak 1824. Awalnya bangunan tersebut digunakan sebagai kantor Residen Belanda sebelum kemudian menjadi bagian dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

Di dalam kompleks istana, pengunjung dapat mengunjungi Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta yang menyimpan beragam karya seni dan benda bersejarah. Koleksi tersebut meliputi lukisan karya maestro Indonesia, seperti Raden Saleh, Affandi, Basoeki Abdullah, dan Dullah, serta patung perunggu, keramik antik, hingga berbagai artefak yang berkaitan dengan perjalanan Republik Indonesia.

Selama kunjungan, masyarakat akan didampingi pemandu resmi yang menjelaskan sejarah bangunan maupun cerita di balik koleksi yang dipamerkan. Pengunjung juga diperbolehkan mengabadikan momen di area tertentu tanpa menggunakan lampu kilat demi menjaga kelestarian karya seni.

Meski terbuka untuk umum, Gedung Agung tetap menjalankan fungsi sebagai Istana Kepresidenan yang aktif. Karena itu, setiap pengunjung wajib mematuhi ketentuan yang berlaku, seperti tidak menyentuh koleksi museum, mengikuti jalur kunjungan yang telah ditetapkan, serta menaati arahan petugas selama berada di lingkungan istana.

Program ISTURA dapat diikuti oleh pelajar, mahasiswa, keluarga, komunitas, instansi pemerintah maupun swasta, hingga masyarakat umum. Bagi kalangan pendidikan, kunjungan ini menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai sejarah, seni, budaya, dan nilai-nilai kebangsaan.

Untuk mengikuti program ini, masyarakat diwajibkan melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui sistem reservasi daring. Pemohon cukup menentukan jadwal kunjungan, melengkapi surat permohonan sesuai kategori peserta, kemudian mengisi formulir pada laman resmi ISTURA. Setelah proses verifikasi, hasil persetujuan akan disampaikan melalui WhatsApp dalam waktu sekitar satu hingga tiga hari kerja.

Seluruh proses pendaftaran maupun kunjungan tidak dipungut biaya. Informasi lengkap mengenai jadwal dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi www.isturaiky.page.

Berlokasi di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, berhadapan dengan Benteng Vredeburg dan berada di ujung selatan Malioboro, Gedung Agung menghadirkan pengalaman wisata edukatif yang memadukan sejarah perjuangan bangsa, koleksi seni, dan nilai-nilai kebangsaan dalam satu kawasan. Program ISTURA menjadi upaya mendekatkan sejarah kepada masyarakat sekaligus mengingatkan kembali peran penting Yogyakarta dalam perjalanan Republik Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....