UMKM Ramaikan Silaturahmi Idulfitri Pemda DIY, Angkringan Laris Diserbu Warga
- 31 Mar 2026 15:47 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta — Pelibatan pelaku UMKM dalam gelaran Silaturahmi Idulfitri Pemerintah Daerah DIY di Kompleks Kepatihan, Senin, 30 Maret 2026, menjadi langkah nyata dalam mendorong ekonomi kerakyatan. Puluhan gerobak angkringan dan usaha kecil turut meramaikan acara dengan menyajikan berbagai kuliner khas, mulai dari soto, gorengan, dawet, hingga jajanan tradisional yang langsung dinikmati masyarakat.
PIC UMKM, Tya, menjelaskan bahwa keikutsertaan pelaku usaha kecil ini merupakan bentuk dukungan konkret pemerintah daerah dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka peluang promosi dan transaksi bagi UMKM lokal.
Ia menyebutkan bahwa persiapan telah dilakukan sejak sehari sebelumnya, mengingat jumlah tenant yang banyak serta tingginya kebutuhan konsumsi. Masing-masing pelaku usaha bahkan menyiapkan ratusan hingga ribuan porsi makanan dan minuman.
“Penyiapan sudah dilakukan sejak kemarin. Jumlahnya tidak sedikit, karena tiap tenant menyediakan ratusan sampai ribuan porsi, mulai dari gorengan, soto, hingga minuman seperti dawet,” katanya.
Tya menilai tingginya jumlah pengunjung yang mencapai ribuan orang menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung. Ia berharap momentum ini mampu meningkatkan eksistensi serta daya saing usaha lokal.
“Yang jelas kami sangat senang, karena momen ini bisa mengangkat UMKM. Harapannya masyarakat jadi tahu bahwa banyak UMKM di Yogyakarta yang berkualitas,” ucapnya.
Manfaat ekonomi juga dirasakan langsung oleh para pelaku usaha, salah satunya Parjono, pedagang angkringan asal Gunungkidul. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha lain di sekitarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan lebih dari seribu porsi dalam satu gerobak, ia menggandeng UMKM lain di lingkungannya. Kolaborasi ini dinilai mampu memperluas dampak ekonomi hingga ke tingkat komunitas.
“Kalau bikin sendiri tidak mampu, dalam satu gerobak ini bisa seribuan lebih. Jadi saya menggandeng UMKM di sekitar. Ini sangat membantu dan memberi dampak positif bagi usaha kecil,” ujarnya.
Beragam menu disiapkan, mulai dari bakwan, tempe, risol, tahu, hingga aneka sate seperti usus, telur puyuh, dan bakso bakar, yang disajikan bersama nasi uduk dan sambal khas angkringan.
Parjono yang sehari-hari berjualan di kawasan Giwangan juga mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan ini dan merasa bersyukur bisa terlibat. “Alhamdulillah ini pertama kali ikut. Kemarin kami didatangi panitia dan diajak bergabung,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Gun, pedagang lekker dari kawasan Taman Siswa. Ia mengaku keikutsertaannya dalam acara ini memberikan tambahan penghasilan setelah sebelumnya mengalami penurunan penjualan.
Ia menyiapkan sekitar 700 porsi setelah dihubungi panitia dan langsung menyambut kesempatan tersebut. Tingginya antusiasme masyarakat dinilai menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan.
“Ini baru pertama kali saya ikut acara seperti ini. Begitu dihubungi, langsung saya iyakan. Alhamdulillah senang sekali, apalagi kemarin sempat sepi karena puasa dan cuaca juga,” ujarnya.
Gun berharap ke depan semakin banyak kegiatan serupa yang melibatkan UMKM agar usaha kecil dapat terus berkembang dan dikenal lebih luas. “Kami berharap bisa terus dilibatkan di event seperti ini, supaya bisa menambah income juga,” ucapnya.
Sebagai warga Yogyakarta, ia juga menyampaikan harapannya di momen Hari Jadi ke-271 DIY agar perekonomian daerah semakin kuat dan masyarakat tetap hidup dalam suasana guyub rukun. “Semoga Yogyakarta semakin maju, ekonominya lebih mapan, dan masyarakatnya tetap guyub rukun serta sejahtera,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....