Antisipasi Kekeringan Ketika Kemarau, BPBD Petakan Sejumlah Titik Rawan

  • 30 Mar 2026 22:52 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), lebih kering dibandingkan tahun lalu. Mengantisipasi fenomena tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul telah memetakan sejumlah titik rawan kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amirudin menyatakan, setidaknya ada tujuh wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau. Pihaknya pun sudah melakukan identifikasi dan pemetaan lokasi terdampak kekeringan.

“Titik-titik tersebut ada di Kapanewon Piyungan, Dlingo, Imogiri, Pandan, Srandakan, dan Kasihan. Itu sudah kami petakan mana saja lokasinya,” ucapnya kepada RRI, Senin, 30 Maret 2026.

Terkait wilayah Srandakan ia menyebut, titik utama kekeringan berada di sekitar jebolnya Groundsill Srandakan. Pembangunan yang belum tuntas, menyebabkan warga sekitar kesulitan mendapatkan akses air bersih.

“Groundsill Kali Progo itu kan belum selesai dibangun. Biasanya penduduk di sekitar jembatan itu akan mengalami kekeringan saat musim kemarau tiba,” katanya.

Selanjutnya, BPBD Bantul akan melakukan sosialisasi kepada warga di lokasi tersebut terkait proses droping air. Selain itu, pihaknya juga akan mengaktifkan relawan kebencanaan di masing-masing kalurahan.

“Nanti kami akan sosialisasi maupun kemungkinan droping air. Kami juga akan berkoordinasi dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang ada di tiap kalurahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, untuk semakin memantapkan persiapan, BPBD Bantul akan melakukan sinergi lintas sektor seperti dengan Tagana, PMI, dan pemangku kebijakan setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....