Hadapi Krisis Energi, Pemkot Yogyakarta Fokus Program yang Berdampak Langsung

  • 25 Mar 2026 15:27 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Hari pertama masuk kerja di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta diawali dengan Apel dan Halal Bihalal pegawai di lapangan Balai kota Yogyakarta, Rabu, 25 Maret 2026. Wali kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menekankan, Halal Bihalal menjadi titik awal untuk memperkuat semangat pelayanan publik.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk membuka lembaran baru dengan hati yang bersih. Ia menekankan pentingnya memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta menjaga hubungan baik antar sesama, sekaligus memperkuat semangat pelayanan publik.

“Sebagai manusia, kita bersama ikhlas, saling memaafkan. Yang lalu-lalu jangan diingat, tapi kita perbaiki diri kita, keimanan kita, hubungan kita dengan sesama, untuk kita bersama lebih baik ke depannya, di hadapan Sang Khalik maupun bagi masyarakat Kota Yogyakarta,” katanya.

Hasto mengingatkan, bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Ia menyoroti adanya kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, menurunnya alokasi Transfer ke Daerah (TKD), serta potensi krisis energi di masa mendatang.

Untuk itu lanjut Hasto, Pemkot Yogyakarta akan memfokuskan program pada kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat dan penyelesaian persoalan yang ada. Salah satunya mengenai penanganan sampah di Kota Yogyakarta.

“Beberapa program prioritas yang akan terus digalakkan antara lain gerakan kebersihan lingkungan, pengelolaan dan pemilahan sampah, serta penguatan gerakan MAS JOS masyarakat. Selain itu, pembangunan di sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi rakyat juga menjadi perhatian utama,” ucapnya.

Disamping itu dijelaskan Hasto, program prioritas tersebut mencakup pencegahan stunting, pembangunan keluarga, menjaga kesehatan mental, pemberdayaan lansia. Termasuk bedah rumah bagi masyarakat miskin, hingga penguatan ekonomi rakyat melalui program Wamira (Warung Milik Rakyat) dan pengembangan ekonomi kreatif.

Hasto menegaskan, program-program prioritas ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan inklusif, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, difabel, perempuan, anak, dan masyarakat kurang mampu.

“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kita optimis dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta menjaga stabilitas ekonomi di Kota Yogyakarta,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....