WFH ASN Kota Yogyakarta, ​Hasto: Aneh jika Klaim BBM Tetap Tinggi

  • 25 Mar 2026 14:21 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Rencana pelaksanaan kebijakan work from home (WFH) pasca lebaran 2026 yang digulirkan Pemerintah Pusat untuk menghemat energi akan diterapkan Pemerintah Kota Yogyakarta. Wali kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) harus melaksanakan ketegasannya dengan penuh tanggungjawab.

Hal tersebut disampaikan Hasto, ketika memberikan sambutan Halal Bihalal yang digelar DPRD Kota Yogyakarta, Rabu, 25 Maret 2026. Ia menekankan, semangat ketakwaan yang diraih setelah bulan Ramadan seharusnya tercermin dalam integritas bekerja..

"Sebentar lagi kita akan menerapkan program-program baru setelah ini ada work from home barangkali ini juga menjadi perhatian kita bersama. harapannya kalau sudah berpuasa kemudian kita bertakwa maka takwa itu selalu merasa dirinya selalu diawasi di mana saja ada Allah, ada Tuhan yang selalu mengawasi kita," katanya.

Hasto juga menegaskan, kebijakan bekerja dari rumah tersebut tidak disalahgunakan untuk membolos.

"Kalau nanti diterapkan work from home jangan bolos-bolos ya. Karena di situ ada Tuhan yang mengawasi kita juga," ucapnya.

Menariknya, Wali Kota mengungkapkan akan menggunakan indikator yang tidak biasa untuk memantau kedisplinan pegawai selama masa WFH, yakni melalui klaim penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Ia berkelakar namun serius, bahwa efisiensi seharusnya terjadi jika pegawai benar-benar bekerja dari rumah, jika mobilitas kendaraan dinas atau klaim BBM tetap tinggi, hal itu akan menjadi catatan evaluasi.

"Kalau nanti saya cek bensinnya enggak turun selama satu bulan, ya saya laporkan. Kalau klaim BBM tetap sama saja (saat WFH), ini indikator penting," ujarnya.

Hasto menyatakan, Pemerintah Kota Yogyakarta mengikuti arahan dari pemerintah pusat yang dalam rangka untuk efisiensi. Termasuk WFH sehari dalam sepekan yang diambil sebagai bagian dari arahan Pemerintah Pusat untuk melakukan efisiensi anggaran.

Hasto juga mengingatkan bahwa imbalan atau gaji yang diterima ASN merupakan bagian dari uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan dengan kinerja nyata.

"Semangat kita adalah berhati-hati dan menyempurnakan istitho'ah (kemampuan) dalam bekerja. Kita menjalankan arahan pusat dalam rangka efisiensi. Hal-hal seperti ini penting untuk kita kawal bersama di masa mendatang," ujarnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....